Anak di Jakbar Izin ke Bapak Melamar Kerja, Nyatanya Nyebur ke Kali hingga Lenyap

Liputanindo.id – Seorang pemuda bernama Ilham Kaulid (22) nekat nyebur ke ke Kali Cengkareng Drain, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu kemarin. Hingga kini dia belum ditemukan.

Dalam video amatir yang direkam Penduduk, korban terlihat melambaikan tangan meminta tolong Begitu berada di tengah Aliran Kali Cengkareng Drain, sebelum akhirnya tenggelam terbawa arus.

“Awalnya pokoknya loncat dari jembatan. Lewat dari jembatan, Mengerti-Mengerti dia sudah pegangan tiang di tengah itu. Saya juga mau nolongin, bawa getek, mau jalan, Mengerti-Mengerti dia sudah lepas. Habis gimana, sudah Tamat tengah. Masa saya mau nyebur,” ujar salah satu saksi mata, Suwarno di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut dia, korban sempat berupaya menyelamatkan diri meski Enggak Dapat berenang. “Ya dia menyelamatkan diri, namanya orang nggak Dapat berenang ya sebisanya lah, tangannya,” ucap Suwarno.

Dia mengatakan banyak Penduduk berusaha membantu, Tetapi Enggak berani turun ke kali karena arusnya yang deras dan berbahaya. “Kalau Penduduk banyak yang mau nolong, tapi dia sudah Tamat tengah. Penduduk enggak berani turun,” ujarnya.

Petugas dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melakukan pencarian terhadap korban dengan mengerahkan Bahtera karet. Tetapi, hingga Rabu malam korban belum juga ditemukan.

Sementara itu, Bapak korban, Nahuri, mengatakan sebelum kejadian anaknya berpamitan Kepada melamar pekerjaan ke kawasan Muara Baru Berbarengan tetangganya.

“Tadi kan dia mau ngelamar kerja ke Muara Baru. Saya izinin berdua sama tetangganya. Berangkat kok, Mengerti-Mengerti temannya balik ngasih Berita katanya anak saya nyebur ke kali,” ujar Nahuri.

Dia menduga adanya permasalahan pribadi yang dialami anaknya. “Awalnya itu Eksis istri orang suka sama dia. Pernah saya tegur, jangan lah. Tapi tetap nyamperin. Mungkin ya ini ya,” katanya.

Nahuri mengaku sangat terpukul atas peristiwa ini dan berharap anaknya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kalau Dapat kan saya luruskan, saya bimbing yang lurus. Asa saya sih kalau ditemukan Tetap hidup. Tapi kalau memang sudah enggak Eksis, ya kita pasrah kepada Allah,” tutup Nahuri.

Proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Kamis (29/1) pagi karena derasnya arus dan kondisi yang gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *