Sebelumnya, Program MBG Presiden Prabowo Subianto, yang dibagikan pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan di Kota Palu menuai sorotan tajam dari orang Sepuh siswa hingga kalangan guru. Alasan, menu MBG kering yang diterima para siswa dinilai jauh dari harga Bagian yang diberikan, Merukapan Rp 15.000/anak dan dinilai Enggak memenuhi standar kebutuhan gizi anak sekolah.
Kritik tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook @Pinky Lidya Zweety viral di media sosial, Senin (23/2).
Dalam video itu, orang Sepuh murid dari SDN Bumi Sagu terkejut Menonton MBG anaknya hanya berisikan sebiji perkedel jagung dan sebungkus kecil kacang goreng yang dikemas dalam plastik kresek.
Senada dengan itu akun Facebook @Olin meminta menghitung harga MBG yang diterima anaknya. Alasan, anaknya menerima sepotong roti ukuran kecil, sebiji telur rebus, satu buah jeruk. “Silahkan nilai berapa ini, apakah layak dinilai Rp15 ribu,” tulisnya.
Akun @Syarifah Ifah mengancam Apabila MBG Lagi Jelek, Selasa, ia berjanji akan memviralkan MBG Punya anaknya. Akun @Wahidah Wati yang juga seorang guru di Kayumalue meminta perhatian serius dari pemerintah setempat atas MBG yang dinilai hanya pembodohan saja.
“Jadi, Harap Bapak Wali Kota, Bapak Gubernur dan Bapak Presiden agar ini menjadi perhatian. Kalau seperti ini kan sama halnya dengan pembodohan,” kata Wahidah.
Unggahan MBG hari pertama masuk sekolah di bulan puasa tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan transparansi serta kredibilitas penggunaan anggaran oleh pengelola dapur MBG, khususnya yang bertanggung jawab atas distribusi di Kawasan tersebut.
Sebagian warganet meminta selama bulan puasa, program ini sebaiknya dihentikan saja. Bahkan, Eksis yang menilai takjil di masjid jauh lebih bagus ketimbang MBG yang Eksis di sekolah. Orang Sepuh murid berharap Eksis pengawasan lebih ketat agar program MBG Benar-Benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.
