Liputanindo.id – Produser Dendi Reynando mengungkap rencana besar Demi proyek Sinema terbarunya Serempak Pengarah adegan Upie Guava, Pelangi di Mars. Dendi menyebut universe Pelangi di Mars akan berlanjut hingga tahun 2030.
Dendi mengaku, membangun sebuah kekayaan intelektual (IP) di Indonesia harus Mempunyai keberlanjutan. Baginya, sebuah karya akan terasa sia-sia Apabila Kagak Mempunyai sekuel atau produk turunan lainnya.
“Kita ngerasa kalau hanya bikin Sinema habis itu yang Kagak Eksis sekuel, habis itu Kagak Eksis turunan dalam berbagai produk, kita ngerasa itu akan sia-sia. Jadi, kita Betul-Betul bikin kapal yang sangat besar,” ujar Dendi Reynando Begitu ditemui di kawasan SCBD, Kamis (19/2/2026).
Dendi mengatakan bahwa pihaknya sudah mematok Sasaran Demi merilis rangkaian sekuel Sinema tersebut secara berkala. Ia menyebutkan bahwa proses persiapan Demi sekuel Sinema ini sudah mulai berjalan.
“Mudah-mudahan setelah IP Sinema pertama jadi, kita sudah menyiapkan Sinema kedua itu di tahun 2028 nanti. 2029, 2030 itu per tahun,” ungkap Dendi.
Demi menjaga antusiasme penonton selama masa tunggu menuju Sinema kedua, Dendi mengatakan bahwa akan Eksis berbagai aktivitas menarik di luar layar bioskop. Hal ini dilakukan agar Kepribadian robot yang Eksis di Sinema tetap dekat di hati masyarakat.
“Dari tahun ini ke tahun 2028 itu Waktu Senggang dua tahun. In between itu kita pengin Eksis IP-IP activity seperti ini (balon raksasa),” jelasnya.
Dendi menambahkan bahwa keseriusan timnya dibuktikan dengan hadirnya berbagai produk merchandise yang rilis sebelum filmnya tiba, mulai dari Naskah mewarnai hingga action figure.
“Kita sudah bekerja sama secara merchandising. Kemarin di TMII, nanti juga di Lapangan Banteng. Habis itu kita sudah bikin coloring book, bikin action figure, dan sudah Obrolan sama beberapa retail store,” pungkasnya.
Sinema Pelangi di Mars akan tayang di bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2026.
