Pigai: Orang yang Mau Meniadakan MBG Menentang HAM

Liputanindo.id – Menteri Hak Asasi Mahluk (HAM) Natalius Pigai Membikin pernyataan kontroversial tentang pihak-pihak yang Mau menentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pigai menyebut mereka sama saja dengan menentang hak asasi Mahluk.

“Satu poin yang perlu Mengerti bahwa orang yang mau meniadakan program makan bergizi gratis dan lain-lain adalah orang yang menentang hak asasi Mahluk,” kata Pigai di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat pekan Lewat, dikutip Antara.

Pernyataan itu disampaikan Menteri HAM Begitu merespons insiden teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto setelah mengkritik kebijakan pemerintah.

Diketahui, dalam surat yang disampaikan kepada United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), Tiyo mengkritisi program MBG. Ia menyoroti pembiayaan MBG yang dinilainya menyampingkan prioritas anggaran Demi memperbaiki ketidaksetaraan.

Kritik itu disampaikan Tiyo berpijak dari peristiwa seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Menurut Menteri HAM, program-program pemerintah seperti MBG, cek kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, kampung nelayan, hingga swasembada pangan merupakan upaya negara memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Sederet program itu , kata Pigai, sejalan dengan HAM.

“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang HAM,” katanya.

Presiden Prabowo, imbuh dia, telah menegaskan bahwa kekuasaan sejatinya Punya rakyat yang tercermin melalui program-program prioritas pemerintah.

“Selama ini sudah 80 tahun, sering kali takhta dikaitkan dengan orang berkuasa, orang-orang elite. Harta dikaitkan dengan orang-orang elite. Hari ini, Prabowo menentukan takhta Demi rakyat dan harta Demi rakyat,”  tegasnya

Ia lebih lanjut mengatakan kritik dalam rangka perbaikan sejatinya dibolehkan dalam negara demokrasi. Tetapi, dia menyayangkan kritik yang mengarah pada peniadaan program yang ditujukan bagi rakyat.

“Saya memberi kesempatan kepada orang boleh memberi kritikan, tetapi Kagak boleh mau meniadakan, menghilangkan program yang Berkualitas ini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *