Liputanindo.id – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK merespons niat Presiden Prabowo Subianto Kepada menjadi Perantara konflik Amerika Perkumpulan dan Israel dengan Iran. JK menyebut hal itu sulit Kepada dilakukan.
JK secara terang-terangan Memperhatikan sulit bagi Presiden RI Prabowo Subianto Kepada menjadi Perantara konflik Amerika Perkumpulan dan Israel dengan Iran. Apalagi hal ini terjadi setelah adanya perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dengan AS.
“Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang Tak seimbang, dan sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita Tak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang Tak setara dalam keadaan ini?” ujar JK, dikutip Antara, Senin (2/3/2026).
Tetapi demikian, JK memuji rencana Prabowo sebagai langkah yang Bagus. Sayangnya di sisi lain, mengambil peran sebagai Perantara tetap sulit terjadi.
“Rencana itu Bagus saja, tetapi ini situasi yang jauh lebih-lebih besar masalahnya,” katanya.
“Ya, Israel dengan Palestina saja Tak Pandai, sulit didamaikan, karena dunia ini sangat ditentukan oleh sikap Amerika,” sambungnya.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan Berbarengan kepada Iran pada 28 Februari 2026. Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan menewaskan petinggi tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran lantas meluncurkan serangan roket balasan terhadap Israel, dan sejumlah Sasaran lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.
Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran Kepada memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
