Swasta di Jaktim Rusak Rumah Korbannya, Kulkas Tiba Meteran Listrik Disiram, Ngeri!

Liputanindo.id – Polres Metro Jakarta Timur memburu para pelaku perusak rumah yang terjadi di kawasan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (29/1) Lewat.

“Kami sedang mengidentifikasi pelaku-pelaku lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin kemarin.

Kasus tersebut telah Formal ditangani oleh penyidik setelah laporan dari korban diterima pihak Kepolisian.

Dicky menyebutkan, pihaknya Tetap melacak para terduga pelaku yang diduga berjumlah belasan orang. “Beberapa pelaku sudah teridentifikasi dan Ketika ini diduga melarikan diri ke luar kota,” ujar Dicky.

Menurut Dicky, proses penanganan perkara juga telah sepenuhnya ditangani di tingkat Polres Metro Jakarta Timur.

Terkait jumlah terduga pelaku, Dicky menyebutkan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci. “Kurang lebih Sekeliling sepuluh, belasan orang,” katanya.

Dalam kasus ini, para pelaku diancam maksimal enam tahun penjara serta denda kategori tiga.

Meski demikian, Dicky belum dapat mengungkap motif di balik aksi perusakan tersebut karena Tetap dalam tahap penyidikan. “Motifnya nanti, itu Tetap materi penyidikan. Belum Dapat kami sampaikan,” ujar Dicky.

Sementara itu, saksi dan korban dalam peristiwa ini telah diperiksa oleh penyidik guna mendalami kronologi kejadian.

Sebelumnya, sebuah rumah Punya seorang konsultan bernama Yazid Mutaqin di kawasan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi sasaran aksi perusakan dan intimidasi oleh orang tak dikenal pada Kamis (29/1) Lewat.

Yazid mengatakan, kejadian bermula Ketika Sekeliling enam orang yang diduga Swasta menyatroni rumahnya dengan Metode merusak gembok pagar. Ketika kejadian, di dalam rumah terdapat tukang yang sedang bekerja di Dasar tiga.

“Di dalam rumah Eksis tukang di Dasar tiga Tengah rapi-rapi. Jadi Eksis saksi Menyantap pintu didobrak-dobrak, Lalu disiram semuanya,” kata Yazid di Jakarta Timur, Minggu (1/2).

Setelah masuk ke pekarangan rumah, para pelaku merusak mobil yang terparkir serta menghancurkan kamera pengawas (CCTV). Tak hanya itu, istri dan anak korban juga mengalami intimidasi verbal.

“Mereka teriak-teriak dan membentak-bentak. Anak saya ketakutan, lari. Salah satu anak saya Tiba Terperosok karena Dasar basah,” ungkap Yazid.

Selain melakukan perusakan, para pelaku juga menyiram sejumlah barang elektronik hingga meteran listrik, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan penghuni rumah.

“Segala elektronik disiram, dari meteran listrik Tiba kulkas. Kalau Tiba korsleting, itu Dapat memicu kebakaran. Ini sudah patut diduga Eksis upaya membahayakan nyawa,” katanya.

Hingga kini, motif penyerangan tersebut belum diketahui secara Niscaya. Tetapi, Yazid menduga peristiwa itu berkaitan dengan proyek yang sempat dia kerjakan beberapa waktu Lewat.

Atas kejadian tersebut, dia Serempak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur dan berharap para pelaku segera ditangkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *