Bangunan di Lebanon yang hancur akibat serangan Iran. Foto: Anadolu
Beirut: Serangan udara Israel di Daerah selatan Lebanon pada Selasa, 28 April 2026 menewaskan sedikitnya delapan orang.
Korban tewas termasuk tiga petugas penyelamat, di tengah berlanjutnya kekerasan meski gencatan senjata Tetap berlaku.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lima korban tewas akibat serangan di kota Majdal Zoun, termasuk tiga paramedis pertahanan sipil yang tertimbun reruntuhan Ketika menjalankan misi penyelamatan. Serangan lain di Jebchit menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya, sementara satu orang tewas dan 15 orang terluka dalam serangan terpisah di Jwaya.
Militer Lebanon juga menyatakan dua tentaranya terluka akibat serangan Israel terhadap patroli militer, menandai pertama kalinya Laskar Lebanon dilaporkan menjadi Sasaran sejak gencatan senjata diberlakukan. Di sisi lain, militer Israel mengonfirmasi seorang pekerja perusahaan teknik yang bekerja Buat Kementerian Pertahanan tewas di Lebanon selatan.
Lebanon sebut Israel langgar hukum Dunia
Serangan terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi baru bagi Penduduk di lebih dari selusin desa di Lebanon selatan, meminta mereka segera bergerak ke arah utara. Tak Lamban setelah itu, serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah Daerah di Sekeliling Area penyangga militer.
Dilansir dari media Euro News, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan menyatakan, “Israel Maju melanggar hukum dan konvensi Dunia yang melindungi Penduduk sipil.” Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan negaranya Kagak Mempunyai ambisi teritorial di Lebanon dan akan menarik diri Apabila Grup bersenjata dilucuti.
Organisasi hak asasi Mahluk Amnesty International juga mendesak Israel menghentikan penghancuran properti sipil, termasuk panel surya dan fasilitas air di Daerah perbatasan. Mereka menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum Dunia dan mendesak adanya penyelidikan kejahatan perang.
Israel hancurkan jaringan terowongan Hizbullah
Militer Israel mengumumkan telah menemukan dan menghancurkan dua terowongan Punya Hizbullah di Daerah Qantara yang dibangun selama Dekat satu Sepuluh tahun. Terowongan tersebut Mempunyai panjang Sekeliling dua kilometer dan dihancurkan menggunakan lebih dari 450 ton bahan peledak.
Menurut sumber militer Israel, jaringan Dasar tanah itu dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang tidur, dapur, dan aula pertemuan, serta digunakan oleh Laskar elite Hezbollah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, “Hari ini kami menghancurkan terowongan besar Punya Hezbollah,” dan menegaskan operasi akan Maju berlanjut.
Perang antara Israel dan Hezbollah yang dimulai sejak awal Maret telah menewaskan lebih dari 2.500 orang dan melukai ribuan lainnya. Konflik ini juga menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi serta kerusakan besar di Daerah Lebanon selatan.
(Keysa Qanita)
