Liputanindo.id – Hasil karya di bidang teknologi Maju berkembang di Tanah Air. Terbaru, Terdapat prangko non-fungible token (NFT) pertama di Indonesia.
Prangko NFT ini dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Postel (pos dan telekomunikasi) ke-70 yang digelar di kantor pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (27/9/2024).
Peluncuran itu ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama prangko NFT oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, yang didampingi oleh Ketua Standar Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jerry Mangasas Swandy dan Direktur Esensial PT. Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.
Dalam wawancara cegat usai acara, Nezar mengatakan bahwa peluncuran prangko NFT ini merupakan terobosan baru PT Pos Indonesia dalam memanfaatkan teknologi blockchain, yang mendukung perkembangan ekonomi digital.
“Ini salah satu terobosan PT. Pos Indonesia dengan Membangun prangko NFT tadi, ya, dan saya kira menjadi salah satu langkah awal memasuki ekonomi digital,” ujar Nezar, seperti dikutip Antara.
Dia berharap langkah ini dapat menjadi tonggak awal bagi PT Pos Indonesia Demi Maju berinovasi, sejalan dengan pertumbuhan industri yang semakin dipenuhi oleh teknologi digital.
Sementara itu, Direktur Esensial PT. Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan, prangko NFT yang diluncurkan oleh PT Pos Indonesia Tak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran Demi pengiriman barang tetapi juga sebagai barang koleksi.
Fenomena perangko NFT sebagai barang koleksi disebutnya sudah Terkenal di berbagai negara, dan kini Indonesia menjadi negara ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Malaysia yang meluncurkan prangko berbasis NFT.
Ia mengatakan salah satu Keistimewaan prangko NFT ini adalah kemudahan akses bagi kolektor di seluruh dunia. Dengan adanya platform digital berbasis blockchain, prangko dapat dengan mudah diperdagangkan dan ditransfer secara digital, berbeda dengan prangko fisik yang memerlukan proses pengiriman yang lebih kompleks.
“Kalau fisik kan memang sulit ya didapatkan. Harus pesan dulu, kalau prangkonya Indonesia dipesan oleh penduduk Eropa, Amerika, Itu harus Terdapat pesan pengiriman dan sebagainya,” ucap dia.
Faizal mengatakan perangko NFT ini hadir dalam bentuk “twin,” yang artinya tersedia dalam bentuk fisik maupun digital.
Lebih lanjut Faizal menyampaikan, para filatelis, khususnya kolektor di Indonesia, mulai tertarik terhadap perangko NFT. Ketika ini, peminat prangko NFT Tetap didominasi kolektor Lamban.
“Yang beli Ketika ini batch pertama ini kebanyakan Tetap kolektor Lamban. Tapi sudah mulai banyak kolektor baru yang mulai tertarik. anak-anak baru itu sudah mulai berpikir apa itu perangko NFT? jadi Mau Mengerti. Apa sih gunanya punya NFT? apa sih keunikannya? kenapa jadi barang koleksi? kenapa harganya naik? nah itu mulai dicari Mengerti,” kata Faizal.
