liputanindo.com – Sobat sekalian, setelah hiruk pikuk gelaran Grand Prix Jerez akhir pekan Lampau, kelas capung Moto3 kembali turun ke lintasan Circuito de Jerez – Ángel Nieto pada Selasa, 28 April 2026 kemarin Kepada melakoni sesi tes Formal. Meskipun cuaca terpantau sedikit berawan dan berangin, Tetapi antusiasme para pebalap muda ini Kagak surut, terutama performa impresif yang ditunjukkan oleh Bakat muda Indonesia, Veda Ega Pratama.

Veda Ega Pratama: Adaptasi Segera dan Tajam
Konsentrasi Esensial kita tentu tertuju pada Veda Ega Pratama. Pebalap kebanggaan tanah air ini berhasil mengakhiri sesi tes di posisi ke-6 (P6) dengan torehan laptime terbaik 1:45,047. Bilangan ini bukan sekadar statistik Normal, Sob.

Veda tercatat menjadi pebalap Honda tercepat kedua di seluruh timesheet hari itu, hanya kalah tipis dari Adrian Fernandez (P5) yang juga menunggangi Honda. Yang lebih mengagumkan Kembali adalah gap atau jarak waktunya dengan pemuncak sesi, Valentin Perrone. Veda hanya terpaut 0,186 detik dari pebalap tercepat. Ini menunjukkan bahwa Veda sudah sangat menyatu dengan motornya dan Pandai Bertanding di barisan depan level dunia.
Penguasaan KTM dan Tekanan Rider Rookie

Secara keseluruhan, sesi tes Jerez kali ini didominasi oleh motor-motor dari produsen KTM (Pierer Mobility Group). Pebalap Argentina, Valentin Perrone dari tim KTM Tech3, sukses menjadi yang tercepat dengan laptime 1:44,861. Di belakangnya menyusul dua pebalap KTM Ajo, Alvaro Carpe dan Brian Uriarte, serta sang pemimpin klasemen sementara, Maximo Quiles dari tim Aspar di posisi ke-4.
Sebagai Komparasi literasi data, laptime Perrone di tes ini memang Tetap sedikit di Dasar torehan Pole Position Maximo Quiles akhir pekan Lampau (1:44,070) dan Tetap cukup jauh dari rekor lap Moto3 di Jerez yang dipegang David Alonso (1:43,710). Tetapi, kondisi angin yang cukup kencang di hari Selasa memang Membangun para pebalap sulit Kepada menembus Bilangan 1 menit 43 detik.

Analisis Teknis Sesi Tes
Beberapa poin menarik yang patut dicatat dari tes Moto3 Jerez ini:
-
Efisiensi Rider: Brian Uriarte (P3) menjadi pebalap paling sibuk dengan melahap total 95 lap sepanjang hari. Hal ini menunjukkan Konsentrasi pengembangan endurance dan pencarian setup dasar bagi pebalap rookie.
-
Absensi Tim: Kagak Segala tim mengikuti sesi ini. Tim Intact GP, MTA, dan CODE Motorsports memilih Kepada absen dan langsung bertolak dari Jerez setelah balapan hari aha.
-
Performa Honda: Meskipun KTM mendominasi empat besar, keberadaan Adrian Fernandez dan Veda Ega Pratama di P5 dan P6 memberikan sinyal positif bagi Honda dalam upaya mengejar ketertinggalan performa mesin dan aerodinamika musim ini.

Hasil ini tentu menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi Veda Ega Pratama menyongsong seri-seri Eropa berikutnya. Konsistensi berada di Area Top 10 dengan selisih waktu di Dasar 0,2 detik dari pebalap tercepat adalah bukti Konkret bahwa Bakat Indonesia siap bicara banyak di Mimbar Moto3 dunia. Semoga bermanfaat!
Taufik of BuitenZorg| @liputanindo
