JAKARTA – Kemenangan 4-0 atas Persis Solo melalui permainan agresif menjadi penanda bahwa Persija Jakarta belum habis. Harimau Kemayoran Lagi menyimpan ambisi besar di pengujung Super League 2025/2026.
Setelah dalam dua pertandingan sebelumnya dinilai tampil monoton sehingga kesulitan membongkar pertahanan Musuh, pada pekan ke-30 Persija hadir dengan Paras berbeda. Jenis bola mengalir lebih hidup dari berbagai sisi, variasi serangan kian Variasi dalam mencari celah, dan penyelesaian akhir pun berada dalam level terbaik.
Allano Lima, Jean Mota, Paulo Ricardo, dan Gustavo Almeida menjadi aktor Istimewa dalam kemenangan 4-0 yang diraih Persija atas Persis. Keempat gol tersebut hadir dari berbagai kondisi yang menjadi indikasi Persija tampil lebih kreatif.
Perubahan ini menumbuhkan optimisme di kubu Persija. Instruktur Mauricio Souza pun menatap empat laga tersisa dengan Cita-cita besar. Rizky Ridho dan Mitra-Mitra dijadwalkan bertandang ke markas Persijap (4/5), menjamu Persib (10/5), melawat ke Persik Kediri (16/5), serta menutup musim dengan laga kandang menghadapi Semen Padang FC (23/5).
“Apa yang saya katakan kepada para pemain adalah kami harus mengakhiri kompetisi ini dengan terhormat. Sepanjang kompetisi, suporter Lanjut mendukung kami. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Mauricio.
“Sekarang, tugas kami adalah menjalankan peran dengan maksimal, Ialah memenangkan pertandingan demi menghadirkan kebahagiaan bagi suporter,” lanjutnya.
Terkait persaingan dalam perburuan gelar Serempak Persib dan Borneo FC, Mauricio memilih tetap Konsentrasi pada performa timnya. Ia menegaskan bahwa anak asuhnya harus Bisa meraih hasil maksimal dalam empat pertandingan tersisa. Soal bagaimana hasil akhir di pengujung musim, ia menyerahkannya kepada takdir.***
