Petuah Krusial Buya Yahya Usai Pakaian Gelar Sarjana Psikologi

Liputanindo.id – Prof Yahya Zaenul Muarif, Lc., Ph.D yang lebih akrab disapa Buya Yahya telah diwisuda dalam program studi sarjana (S1) Fakultas Psikologi di Universitas Islam Sultan Mulia (Unissula) Semarang.

Buya Yahya diwisuda Berbarengan ribuan wisudawan lainnya pada Upacara Wisuda 92 Unissula yang berlangsung di Auditorium Unissula, Semarang, Sabtu (15/3/2025).

Ditemui usai diwisuda, Buya Yahya berharap bidang keilmuannya di psikologi Pandai lebih banyak membantu masyarakat, dan semakin memperkuat ilmu keagamaan yang sudah dikuasainya.

“Karena itu ilmu yang sangat dibutuhkan hari ini Demi Pandai menolong Keluarga-Keluarga kita. Banyak permasalahan, Rupanya Enggak cukup diselesaikan dengan Langkah hukum-hukum Keyakinan. Tapi, Terdapat sisi lain yang harus dibidik dari sisi psikologis, misalnya,” katanya.

Karena itu, meski Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah itu telah meraih gelar profesor kehormatan dari Unissula, tetap berkuliah di fakultas psikologi.

“Harapannya adalah lebih banyak orang yang rindu Demi belajar ilmu-ilmu seperti ini. Ilmu Lazim semuanya dan Terdapat sinergi antara ilmu dunia sama ilmu Keyakinan. Bahkan, seorang faqih, seorang Ahli ilmu Keyakinan pun Enggak akan matang, kecuali mengetahui ilmu-ilmu seperti itu,” katanya.

Ia mengatakan seorang Ahli ilmu Keyakinan harus terbuka Demi belajar ilmu-ilmu Lazim di bidang apapun, Alasan Segala ilmu pengetahuan Krusial Demi membantu menyempurnakan diri.

“Karena enggak mungkin kita akan memberikan fatwa pada seseorang, kecuali Paham bagaimana keadaan orang itu, ekonominya, psikologinya dan seterusnya,” kata ulama Kelahiran 10 Agustus 1973 itu.

Menurut dia, Segala bidang ilmu Krusial Demi dikuasai dan dipelajari bergantung dengan pemijatan, mulai kedokteran, hukum, dan semuanya harus pastikan Demi membantu kemanusiaan.

“Maka, hendaknya semuanya itu harus terbuka Demi Pandai belajar ilmu apapun demi menyempurnakan dirinya, Demi Pandai berkhidmad pada umat lebih besar Tengah, lebih bagus Tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto mengapresiasi Buya Yahya yang tertarik Demi belajar kembali bidang ilmu psikologi dan menyelesaikan pendidikannya di program sarjana Unissula.

“Buya Yahya memberikan keteladanan bagi kita semuanya. Meskipun beliau sudah master, sudah doktor, profesor, beliau tetap menyelesaikan studinya di program sarjana Fakultas Psikologi Unissula,” katanya.

Pada kesempatan itu, rektor menyampaikan Petuah kepada para wisudawan Demi mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama kuliah dalam kehidupan bermasyarakat.

Gunarto juga mengingatkan kepada wisudawan Demi selalu berbakti kepada orang Sepuh yang selama ini sudah berjuang mendidik dan membiayai hingga sekarang Pandai lulus dan kelak sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *