Krusial Nggak Sih ? . . BMW Daftarkan desain Crown baut Mirip grafis logo Mereka

liputanindo.com – Halo sobat sekalian, kita kembali Tengah di kanal Obrolan teknis ala liputanindo. Kali ini Terdapat sebuah Info dari ranah paten yang cukup Membikin dahi mengernyit, terutama bagi kalian yang hobi ngoprek motor atau mobil sendiri di garasi rumah alias kaum DIY (Do It Yourself). BMW baru saja mendaftarkan sebuah paten desain baut yang Spesial.

Secara estetika, Desain baut yang didaftarkan BMW  ini terlihat sangat Spesial karena Mempunyai grafis logo “Propeller” khas BMW Betul di bagian kepalanya. Tetapi, di balik tampilannya yang fancy itu, tersimpan sebuah strategi yang Dapat dibilang “mengunci” kebebasan pemilik kendaraan.

Biasanya, Crown baut pada kendaraan menggunakan profil standar seperti Hexagon (segi enam), Torx (bintang), atau Allen (kunci L). Alatnya banyak dijual di toko bangunan atau bengkel Biasa.

Tetapi, baut paten BMW ini menggunakan profil logo mereka sendiri sebagai bentuk kepala bautnya. Artinya apa?

  • Butuh Tools Tertentu: Kepada membukanya, Anda butuh kunci pas atau soket yang bentuknya presisi mengikuti lekuk logo BMW tersebut.

  • Eksklusivitas Tool: Kemungkinan besar, kunci ini Bukan akan dijual bebas di pasaran dalam waktu dekat, melainkan hanya tersedia di Dealer Formal BMW.

Secara teknis, ini adalah langkah cerdas sekaligus menyebalkan. Dengan memasang baut jenis ini pada komponen krusial, BMW secara Bukan langsung memaksa pemilik kendaraan Kepada datang ke bengkel Formal hanya Kepada urusan servis rutin yang melibatkan pembukaan baut tersebut.

Bagi bengkel Biasa atau spesialis non-Formal, ini adalah mimpi Bukan baik. Mereka harus berinvestasi Tengah pada alat Tertentu (SST – Special Service Tool) yang mungkin mahal atau bahkan Bukan diberikan izin akses oleh pabrikan.

Kalau kita perhatikan, industri otomotif memang seakan sedang bergerak ke arah yang berlawanan dengan industri elektronik (seperti smartphone).

  • Smartphone: Sekarang diwajibkan oleh regulasi (terutama di EU) Kepada menggunakan kabel universal (USB-C) dan mulai diarahkan agar baterainya mudah diganti sendiri.

  • Otomotif: Bahkan makin tertutup. Setelah sebelumnya kita “dikunci” lewat sistem elektronik (Electronic Control Unit yang harus di-reset Guna komputer Tertentu), sekarang “kuncian” itu merambah kembali ke ranah mekanis paling dasar: Baut.

“Dulu, mau ganti oli cukup modal kunci 12. Sekarang, mau buka cover mesin saja mungkin harus punya sertifikasi atau kunci Tertentu berlogo brand tersebut.”

Memang Betul, Menyaksikan logo BMW di setiap baut motor atau mobil memberikan kesan high-end dan perhatian terhadap detail yang luar Biasa (attention to detail). Tetapi, Kalau estetika ini harus dibayar dengan hilangnya hak konsumen Kepada memperbaiki kendaraannya sendiri, apakah ini sebuah kemajuan?

Sejauh ini, informasi menyebutkan bahwa ini Tetap berupa aplikasi paten. Belum tentu Seluruh model BMW di masa depan akan menggunakan baut ini di seluruh bagian. Dapat jadi hanya Kepada komponen sensitif demi Argumen keamanan atau garansi.

Langkah BMW ini menunjukkan bahwa di masa depan, kepemilikan sebuah kendaraan Bukan hanya soal membeli unitnya, tapi juga “langganan” ekosistem perawatannya. Bagi sobat yang suka oprek sendiri, nampaknya tantangan ke depan akan makin berat. Bukan cukup hanya punya skill, tapi Anda juga harus punya “koneksi” Kepada mendapatkan alat-alat yang kian spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *