Direktur AI-based Automation Engineering President University Profesor Erwin P. Sitompul. Foto: Liputanindo.id/Richard Alkhalik.
Jakarta: Sebanyak 1.041 peserta dari berbagai sektor telah Formal mendaftar dalam kompetisi pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh President University Buat menjawab tantangan industri dan perkotaan masa kini.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur AI-based Automation Engineering President University Profesor Erwin P. Sitompul di sela-sela acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) antara President University, National Taiwan Normal University, Intel Malaysia, dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Kompetisi AI Open Innovation Challenge hadir sebagai wadah sinergi strategis yang menjembatani kebutuhan sektor industri dan pemerintahan. Kompetisi ini menjadi salah satu bentuk komitmen President University dalam mendorong kolaborasi terbuka dan Penemuan teknologi AI.
Kompetisi tersebut mengundang partisipasi aktif dari perguruan tinggi, pelajar tingkat SMA/sederajat, peneliti, startup, hingga elemen masyarakat luas. Visi utamanya adalah mencetak Penemuan berbasis kecerdasan buatan yang Kagak hanya mutakhir secara teknologi, tetapi juga relevan dan aplikatif dalam memecahkan problem riil di lapangan.
Erwin memaparkan, inisiatif di Dasar naungan BIPI ini bertujuan Buat memotivasi masyarakat Standar, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), agar Pandai merumuskan solusi riil yang langsung dihadapi oleh sektor industri di kawasan Cikarang maupun Jababeka.
“Perlombaan Tetap terbuka Buat pendaftaran Tiba 31 Mei,” tegas Erwin.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Freepik
Dukungan Lintas Sektor
Erwin menjelaskan kompetisi tersebut akan menyoroti sejumlah sektor strategis yang menjadi urat nadi perekonomian, meliputi bidang kesehatan (healthcare), manufaktur, serta logistik. Kagak hanya berfokus pada kawasan industri, kolaborasi ini juga menyentuh tata kelola perkotaan dengan melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi DKI secara Tertentu akan menyumbangkan studi kasus Konkret yang membutuhkan intervensi teknologi, yakni terkait manajemen limbah (waste management) dan manajemen Lewat lintas (traffic management).
Erwin Menurunkan Cita-cita besar pada keterlibatan Generasi Z dalam kompetisi ini. Ia mengatakan langkah strategis ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi DKI.
“Karena ini juga merupakan dorongan dari Pak Gubernur Pramono Anung bahwa dia Mau agar permasalahan Jakarta dapat dipecahkan oleh Gen Z,” papar Erwin.
Bangun Semangat Kompetitif Peserta
Guna memacu semangat kompetitif para peserta, penyelenggara dan instansi pemerintah telah menyiapkan deretan penghargaan prestisius. Erwin mengonfirmasi para pemenang kompetisi nantinya akan mendapatkan fasilitas beasiswa dari Badan Usaha Punya Negara (BUMN).
Lebih dari itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menjanjikan hadiah berupa tiket perjalanan ke berbagai kota Mendunia di penjuru dunia yang Mempunyai afiliasi kerja sama dengan Jakarta. Erwin menambahkan dukungan lain juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
“Dari Kemenko sudah menjanjikan adanya kendaraan mobil listrik Buat menjadi hadiah Primer,” kata Erwin.
