Mengunjungi Rumah Monyet Belanda

Dear, Animal Lovers!

Sebagai negara dengan julukan Zamrud Khatulistiwa, Indonesia emang kaya dengan Variasi Tumbuhan dan Satwa. Bahkan beberapa di antaranya adalah spesies endemik yang enggak Dapat lo ditemuin di tempat lain. Contohnya Bekantan.

Bekantan (atau Nasalis larvatus) merupakan keluarga primata yang Hanya Dapat ditemukan di Pulau Kalimantan, Indonesia. Maupun, di negara lainnya seperti di Brunei, dan Serawak.

Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia 2022, Berita Pariwisata Indonesia, Artikel Pariwisata Indonesia, Media Online Pariwisata Indonesia, Situs Online dan Panduan Pariwisata Indonesia, Pariwisata Kaltara, PT Prima Visi Kreasindo, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Keistimewaan Pariwisata di Kalimantan Utara, Anita Basudewi Simamora, Pariwisata Indonesia Official, Cari Berita Bekantan, Foto Bekantan Foto Monyet Belanda,Bekantan hanya ditemukan di negara mana saja,Lokasi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Destinasi Wisata Tak Biasa di Kalimantan Utara,Berita Pariwisata di Tarakan, Pariwisata di Provinsi Kalimantan Utara
Ilustrasi gambar Bekantan (Nasalis larvatus) yang akrab dikenal dengan Julukan ‘Monyet Belanda’ di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan terletak di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara. (Foto kompilasi: Media PI/Sumber: Berkas @KkmbTarakan)

Ciri khas primata ini, Gaes, terlihat dibentuk hidungnya yang mancung. Gara-gara itu, bekantan sering juga dipanggil Monyet Belanda.

Satwa yang menjadi ikon Kota Tarakan ini Mempunyai tingkah laku yang Menggemaskan. So, Bukan heran banyak yang Ingin menjadikannya hewan peliharaan. Perburuan Insan dan berkurangnya habitat alami Membikin populasi bekantan semakin berkurang hingga akhirnya satwa ini dikategorikan ke dalam salah satu hewan langka.

Demi melindungi keberadaannya, Pemerintah Kota Tarakan menjadikan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan sebagai rumah bagi hewan ini, Gaes!

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan terletak di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara.

Lokasinya yang berada di pusat kota Membikin tempat ini mudah Demi dijangkau. Selain sebagai rumah bagi para bekantan, kawasan ini jadi salah satu destinasi Pariwisata Indonesia unggulan di Tarakan yang kerap dikunjungi turis asing maupun lokal.

Lo akan menemukan Variasi jenis pohon mangrove di kawasan konservasi dengan luas 22 hektar ini. Eksis mangrove jenis api-api (Avicennia spp), pidada (sonneratia spp), hingga kendeka (bruguiera spp). Mangrove-mangrove ini tumbuh berdampingan dengan pepohonan lain dan menjadikan kawasan konservasi sebagai paru-paru Kota Tarakan.

Oh ya, Gaes! Pepohonan di sini Eksis yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun, loh. Keren, kan?

Selain sebagai rumah bagi para bekantan, hutan mangrove ini juga berfungsi Demi melindungi kota dari ancaman Erosi. Kawasan ini juga dijadikan laboratorium hidup bagi para peneliti, loh.

Di kawasan konservasi ini, lo Dapat menemukan puluhan Bekantan yang di lepas liarkan. Memang agak sulit menemukan primata ini karena sifat pemalu mereka. Makanya, lo kudu Mengerti waktu terbaik Demi berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan.

Gue ngerekomendasiin pagi hari sebagai waktu Pas Demi datang. Soalnya, Demi itu air laut di hutan mangrove dalam keadaan pasang. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para bekantan Demi mandi dan berenang.

Iya! Berenang! Lo enggak salah baca, kok. Para bekantan emang punya keahlian berenang dan menyelam yang cukup Berkualitas.

Selain itu, pagi hari adalah waktu pemberian makan Bekantan. Petugas akan Menurunkan bertandan-tandan pisang di sebuah Pentas yang akan menjadi ruang makan bagi para satwa ini. Lo Dapat menyaksikan sekaligus mengabadikan proses makan ini dari jarak tertentu agar para bekantan Bukan merasa terganggu.

FYI, pisang-pisang ini hanyalah nutrisi tambahan karena sebenarnya para bekantan Bisa bertahan hidup dengan memakan pucuk-pucuk daun bakau (Rhizopora racemosa) yang Eksis di kawasan konservasi ini. Selain itu, pemberian makanan tambahan akan Membikin para bekantan lebih jinak dan betah, sehingga mereka Bukan akan kabur ke daerah pemukiman penduduk.

Ketika proses makan berlangsung, lo Dapat menyaksikan salah satu perilaku Istimewa bekantan. Ketika yang lain sedang makan, Eksis bekantan yang bertugas Demi berjaga-jaga dan mengawasi Sekeliling, menghindari kemungkinan adanya bahaya yang mengancam. Team work yang bagus banget, bukan?

Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia 2022, Berita Pariwisata Indonesia, Artikel Pariwisata Indonesia, Media Online Pariwisata Indonesia, Situs Online dan Panduan Pariwisata Indonesia, Pariwisata Kaltara, PT Prima Visi Kreasindo, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Keistimewaan Pariwisata di Kalimantan Utara, Anita Basudewi Simamora, Pariwisata Indonesia Official, Cari Berita Bekantan, Foto Bekantan Foto Monyet Belanda,Bekantan hanya ditemukan di negara mana saja,Lokasi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, Destinasi Wisata Tak Biasa di Kalimantan Utara,Berita Pariwisata di Tarakan, Pariwisata di Provinsi Kalimantan Utara
Ilustrasi gambar: Patung Bekantan (atau Nasalis larvatus) tampak menghiasi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan terletak di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara. (Foto kompilasi: Media PI/Dok. Ist)

Selain bekantan, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan ini juga dihunji oleh Variasi spesies lain, dari salamander, ular laut, ikan gelodok yang mengeluarkan bunyi klok-klok-klok, biawak, burung laut, hingga tupai.

Kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan Variasi fasilitas, seperti jembatan kayu Demi menyusuri hutan mangrove, gazebo Demi istirahat, toilet, hingga mushola.

Berjalan-jalan di kawasan konservasi yang rimbun dan Asem, ditemani Bunyi satwa-satwa liar, juga bekantan yang berdansa di atas pohon. What a great holiday!

So, Demi berkunjung ke Tarakan, jangan lupa mampir ke kawasan konservasi ini dan nikmati keindahan Pariwisata Indonesia yang menakjubkan. (Anita)

Pewarta: Anita Basudewi Simamora
Hak cipta © PI 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *