Strategi Meningkatkan Daya Saing Farmasi RI

Ilustrasi. Foto: Freepik.


Jakarta: Terdapat satu kalimat kecil dalam piagam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang Malah menjadi inti dari sebuah pencapaian besar. Kalimat itu berbunyi: “dengan Mengintegrasikan Aspek Hukum, Farmasi, dan Etika”.

Bagi Raymond R. Tjandrawinata, kalimat tersebut bukan sekadar pelengkap. Malah di situlah filosofi hidupnya sebagai ilmuwan dirangkum. Pada 20 April 2026, MURI Formal menetapkan Raymond sebagai peneliti Indonesia dengan publikasi Scopus dan paten terbanyak di bidang biomedis interdisipliner.

Sebuah rekor yang dibangun dari ratusan publikasi ilmiah Dunia dan puluhan paten. Tetapi, bagi Raymond, Nomor bukanlah inti dari perjalanan.

 

Lebih dari sekadar produktivitas ilmiah

Nama Raymond telah Lamban tercatat dalam berbagai indeks Dunia seperti AD Scientific Index dan komunitas ilmiah Dunia seperti Sigma Xi. Ia juga tergabung dalam British Publishing House, memperkuat pengakuan Dunia atas kontribusinya. Tetapi yang membedakannya bukanlah jumlah karya, melainkan pendekatannya terhadap sains. Baginya, ilmu pengetahuan Tak boleh berhenti di laboratorium.

“Riset kesehatan harus Pandai menembus regulasi dan etika agar Benar-Benar Pandai digunakan masyarakat,” kata dia, dalam keterangan tertulis, Senin, 27 April 2026.

Prinsip ini yang kemudian mendorongnya mengambil langkah yang Tak Biasa: melanjutkan studi doktoral di bidang hukum di Universitas Pelita Asa, di tengah kesibukannya sebagai Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Raymond di Dexa Medica.



Raymond R. Tjandrawinata. Foto: dok Dexa Medica.

 

Dari NASA ke Indonesia

Sebelum kembali ke Tanah Air, Raymond sempat terlibat dalam riset di NASA melalui program Spacelab Life Sciences. Ia meneliti Akibat mikrogravitasi terhadap kesehatan Mahluk, termasuk risiko osteoporosis pada astronot.

Pengalaman tersebut membentuk Langkah berpikirnya: variabel kecil Pandai berdampak besar dalam sistem biologis. Ia kemudian melanjutkan riset di University of California San Francisco, salah satu pusat biomedis terkemuka dunia. Tetapi, keputusan terbesarnya Malah datang ketika ia memilih pulang ke Indonesia.

Indonesia Mempunyai kekayaan Biologi luar Biasa, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam industri farmasi. Raymond Menyaksikan celah besar di sana. Di dalam negeri, ia mengembangkan konsep Obat Modern Alami Integratif (OMAI), sebuah pendekatan yang menjembatani jamu tradisional dengan standar farmasi modern.

Ia Lewat memutuskan Kepada pulang dan mengerjakan persoalan itu dari dalam. Di Indonesia, dalam perjalanan itu Berjumpa dengan Dexa Group, dan di sinilah gagasan tentang integrasi sains, hukum, dan etika menemukan ruang penerapannya yang paling Konkret. Bagi Prof. Raymond, riset bukan hanya soal menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan itu memperkuat daya saing Dexa Group sekaligus memberi kontribusi bagi kemajuan industri kesehatan nasional.

Salah satu yang paling mencerminkan filosofi itu adalah pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI). OMAI menempati posisi yang berbeda dari jamu maupun suplemen, karena pengembangannya menuntut pembuktian ilmiah, standardisasi, dan kepatuhan regulasi yang ketat. Setiap klaim terapeutik harus didukung data klinis yang tervalidasi, setiap kandungan harus terstandarisasi, dan setiap proses pengembangan harus memenuhi kerangka regulasi yang berlaku.

Di titik inilah pendekatan Prof. Raymond menjadi sangat relevan. Indonesia Mempunyai ribuan spesies tanaman dengan potensi medis yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Tetapi potensi itu Tak Mekanis menjadi solusi kesehatan. Ia harus melewati proses pembuktian ilmiah, standardisasi bahan baku, kepatuhan regulasi, dan pertimbangan etis tentang bagaimana pengetahuan itu dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Pengembangan fitofarmaka bukan hanya soal sains, tetapi juga soal bagaimana memastikan setiap Ciptaan dapat diterapkan secara bertanggung jawab dan memberi manfaat Konkret,” kata dia.

Di luar OMAI, Prof. Raymond juga terlibat dalam pengembangan teknologi drug delivery system dan eksplorasi molekul biologis baru, dua area yang mendorong kemampuan riset farmasi Dexa Group ke arah yang lebih kompetitif, Berkualitas di tingkat nasional maupun Dunia. Pengakuan Dunia ikut mengiringi perjalanan itu. Sejak September 2025, Prof. Raymond tercatat sebagai Member British Publishing House, menambah rekognisi Dunia atas kiprahnya dalam komunitas ilmiah dan publikasi Dunia. Ia juga masuk dalam berbagai pemeringkatan ilmuwan dunia, termasuk AD Scientific Index, serta menjadi bagian dari Sigma Xi, persekutuan ilmuwan riset yang anggotanya mencakup banyak peraih Nobel.

Meski demikian, ia Tak Menyaksikan Rekor MURI sebagai pencapaian perseorangan. Bagi Prof. Raymond, capaian itu adalah hasil kerja ekosistem, tim riset, institusi, industri, dan lingkungan yang memberi ruang bagi gagasan-gagasan lintas disiplin Kepada tumbuh, diuji, dan diterapkan. Itu pula yang menjelaskan mengapa ia Tak pernah berhenti. Bukan karena apa yang telah dicapai belum cukup, tetapi karena sains memang Tak mengenal garis akhir. Regulasi Maju berkembang, pertimbangan etis Maju bergerak, dan kebutuhan masyarakat Maju berubah. Peneliti yang Ingin karyanya tetap relevan harus bergerak Serempak semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *