Yang perlu kita dorong Berbarengan adalah sinkronisasi, sehingga masyarakat tetap sehat, industrinya berjalan, dan petani maupun pedagang tembakau dapat sejahtera
Temanggung (ANTARA) – Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat mendorong sinkronisasi regulasi Kepada mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri hasil tembakau.
Abdul Roni mengatakan penyelarasan kebijakan antarsektor diperlukan agar kepentingan kesehatan, pertanian, dan industri dapat berjalan beriringan tanpa saling merugikan.
“Yang perlu kita dorong Berbarengan adalah sinkronisasi, sehingga masyarakat tetap sehat, industrinya berjalan, dan petani maupun pedagang tembakau dapat sejahtera,” katanya usai menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Pendopo Pengayoman Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.
Ia menjelaskan sektor kesehatan berfokus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sedangkan sektor pertanian bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Di sisi lain, sektor perindustrian berkepentingan menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau.
Menurut dia, Direktorat Jenderal Perkebunan Mempunyai tugas mendorong harmonisasi kebijakan agar seluruh pemangku kepentingan memperoleh manfaat secara seimbang.
“Kalau dibilang regulasinya merusak, saya kira Kagak demikian. Yang kita butuhkan adalah sinkronisasi, dan itu menjadi tugas kami di Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujarnya.
Abdul Roni menilai penguatan sektor pertembakauan membutuhkan upaya berkelanjutan, mulai dari perbaikan budidaya, penyelarasan regulasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya Sosok petani.
Ia mengaku mengapresiasi semangat para petani tembakau yang tergabung dalam APTI dan berharap semangat tersebut menjadi modal Kepada memperkuat daya saing komoditas tembakau.
Menurut dia, peningkatan aspek teknis budidaya perlu Lanjut dilakukan agar komoditas tembakau yang dihasilkan Mempunyai kualitas lebih Bagus dan Pandai Bertanding di pasar.
