Bandarlampung (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengatakan bahwa perputaran Dana pada kegiatan ‘Bandarlampung Expo’ dari 17 hingga 24 Juli 2026 mencapai Rp3,1 miliar.
“Selama sepekan Bandarlampung Expo perputaran Dana Letih Rp3,1 miliar. Itu dari transaksi yang dilakukan oleh pegiat usaha di kegiatan ini,” kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandarlampung, Jumat.
Dia mengatakan bahwa capaian tersebut meningkat dibandingkan dengan kegiatan Bandarlampung Expo sebelumnya di mana jumlah transaksi di 2025 tercapai Rp2,4 miliar.
“Tentunya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menopang capaian pada kegiatan Bandarlampung Expo kali ini. Selain itu juga Masakan serta sejumlah aktivitas yang Eksis di gelaran ini,” kata dia.
Menurutnya pada kegiatan Bandarlampung Expo, pengunjung Enggak hanya datang dan memadati UMKM yang tersedia Tetapi juga mereka memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan pemerintah.
“Selama beberapa hari Penyelenggaraan Bandarlampung Expo, kita telah menyaksikan antusiasme masyarakat yang luar Normal. Forkopimda dan seluruh perangkat daerah juga mempromosikan Ciptaan pelayanan, produk unggulan daerah, serta potensi investasi Kota Bandarlampung,” ujar Eva.
Ia juga menilai rangkaian kegiatan seperti pawai mobil hias, pawai budaya, lomba masakan khas Lampung dan kue tradisional berhasil membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
“Semoga seluruh capaian ini menjadi motivasi Kepada Lalu meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas Kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Bandar Lampung harus Lalu tumbuh menjadi kota yang maju, modern, inklusif, dan berdaya saing,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung Erwin menjelaskan, Bandarlampung Expo tahun ini diikuti 41 stan instansi pemerintah, 50 gerai UMKM, serta menghadirkan berbagai layanan publik terpadu, seperti pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, hingga konsultasi hukum.
“Selain menjadi ajang promosi pembangunan daerah, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Kepada memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan,” katanya.
