Surabaya (Liputanindo.id) – Madura United bersiap menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1/2025) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi momen Krusial bagi tuan rumah yang tengah berupaya Terbangun sekaligus merayakan hari jadi klub ke-10.
Madura United datang dengan modal yang belum meyakinkan. Dalam lima pertandingan terakhir, Laskar Sape Kerrab menelan tiga kekalahan. Kemenangan terakhir mereka tercatat pada 28 Desember 2025 Ketika membungkam Semen Padang dengan skor telak 5-1. Rentetan hasil tersebut Membangun Madura United tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 17 poin dari 16 laga.
Meski demikian, semangat tinggi diusung tim asuhan Carlos Parreira. Instruktur asal Brasil itu menegaskan bahwa laga melawan PSIM Kagak sekadar soal poin, tetapi juga tanggung jawab moral kepada suporter pada hari bersejarah klub.
“Besok hari besar dan bersejarah. Kami punya tanggung jawab, dan para pemain menyadari hal itu. Kami akan melakukan yang terbaik Demi memberikan kado bagi fans,” ujar Carlos. Ia menambahkan bahwa persiapan tim dilakukan secara detail dan menyeluruh. “Kami percaya diri Demi meraih tiga poin.”
Carlos juga Menurunkan perhatian Tertentu pada kekuatan PSIM, terutama sektor tengah yang dinilainya sebagai kunci permainan Musuh. Menurutnya, Kendali lini tengah PSIM harus diputus agar Kagak mengancam pertahanan Madura United.
“Lini tengah mereka Benar-Benar solid. Para pemainnya Dapat saling dikombinasikan dengan sangat Bagus dan Paham bagaimana bermain Berbarengan. Bagi saya, itu bagian paling berbahaya dari tim mereka,” kata Carlos.
Pada laga ini, Madura United dipastikan Kagak diperkuat bek tengah andalan Mendonça yang harus absen akibat kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Meski begitu, Carlos menyebut telah menyiapkan sejumlah opsi Demi mendampingi Pedro Monteiro di jantung pertahanan.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta datang dengan posisi yang lebih nyaman di klasemen. Sebagai tim debutan, Laskar Mataram menempati peringkat keenam dengan koleksi 31 poin dari 16 pertandingan. Dalam lima laga terakhir, PSIM mencatatkan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Instruktur PSIM Jean-Paul van Gastel mengakui timnya juga menghadapi kendala jelang laga Sambang ini. Beberapa pemain dipastikan absen akibat cedera dan akumulasi kartu, termasuk sang kapten Reva Adi.
“Berdasarkan regulasi, dia akan absen,” ujar Van Gastel singkat.
Selain Reva Adi, PSIM juga kehilangan Anton Fase dan Yusaku Yamadera yang belum menunjukkan perkembangan berarti dalam pemulihan cedera. Sejumlah pemain lain seperti Harlan Suardi, Donny Warmerdam, dan Andy Irfan Lagi menjalani proses pemulihan.
“Kondisinya Lagi sama, Kagak Terdapat peningkatan. Pemulihan memang membutuhkan waktu beberapa minggu Tengah,” Jernih Van Gastel.
Dengan keterbatasan pemain, Van Gastel menilai laga melawan Madura United tetap menjadi ujian berat. Ia meminta para pemain yang jarang tampil Demi memanfaatkan kesempatan dan meningkatkan performa.
“Ini akan menjadi pertandingan sulit karena kami Lagi kehilangan beberapa pemain. Tetapi, ini juga kesempatan bagi pemain dengan menit bermain lebih sedikit Demi menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Van Gastel juga menyoroti perkembangan Madura United sejak pergantian Instruktur. Menurutnya, performa tuan rumah menunjukkan tren positif dan patut diwaspadai.
“Madura setelah pelatihnya berganti mulai bermain lebih Bagus. Mereka mengumpulkan lebih banyak poin, jadi bagi kami ini tantangan yang besar,” pungkasnya. (faw/but)
