Presiden Prabowo: 250 BUMN Ditutup, Indonesia Ekonomis Rp50 Triliun

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres/Antara.


Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penutupan, merger, dan konsolidasi sebanyak 250 badan usaha Punya negara (BUMN) hingga 31 Juli 2026 menghasilkan penghematan biaya rutin atau overhead cost sebesar Rp50 triliun.

 

Menurut Presiden, penghematan berasal dari berkurangnya biaya operasional, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, listrik, transportasi, hingga berbagai pengeluaran rutin lainnya.

 

“Waktu saya jadi Presiden, saya diberi laporan, BUMN itu jumlahnya 1.077, dan ini harus kita cek Tengah. Eksis BUMN yang bikin anak perusahaan, dia bikin Tengah cucu perusahaan, dia bikin Tengah cicit perusahaan,” ucap Prabowo Begitu memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.

 

“Saya berterima kasih dan bangga kepada pimpinan Danantara. Dalam tahun pertama, 18 bulan pertama, sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut. Dari 1.077, di akhir bulan ini, 31 Juli, mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, me-merger sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN,” sambung Kepala Negara.

 

Presiden menambahkan laporan yang diterimanya menunjukkan efisiensi tersebut menghasilkan penghematan biaya rutin yang signifikan.

 

“Mereka laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang Dapat diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun, gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transportasi, rapat kerja, Rp50 triliun,” papar Prabowo.

 


(Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: dok Humas Kementerian BUMN)
 

Sasaran BUMN tersisa maksimal 350

 
Presiden Prabowo menargetkan jumlah BUMN Lanjut dipangkas hingga tersisa maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026, dari total awal sebanyak 1.077 BUMN. Ia menyebut Danantara menyatakan kesiapannya Buat merealisasikan Sasaran tersebut.
 
Apabila Sasaran itu tercapai, Prabowo memperkirakan potensi penghematan biaya operasional dapat meningkat menjadi Sekeliling Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.
 
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menilai pembentukan Danantara menjadi salah satu capaian Krusial pemerintahannya. Menurut dia, Danantara merupakan Anggaran kedaulatan yang menghimpun dan mengelola aset-aset negara secara terintegrasi Buat mendukung pembangunan jangka panjang.
 
“Salah satu prestasi kita yang nanti akan dikenang oleh sejarah, saya percaya, Buat pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia, kita telah berhasil membangun suatu Anggaran kedaulatan yang kita sebut Danantara,” kata dia.
 
“Danantara singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Daya berarti Kekuatan, Anagata berarti masa depan, dan Nusantara adalah tanah air kita. Jadi, Danantara adalah Anggaran kedaulatan, di mana tabungan dan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasikan, dikelola dengan rapi, sehingga menjadi cadangan dan Kekuatan Buat masa depan Indonesia, Buat anak, cucu, dan cicit kita,” tutur Prabowo menegaskan.