IRGC Serang Pusat AI dan Depot Drone AS di Bahrain

Fasilitas militer Punya Amerika Perkumpulan (AS) di Bahrain menjadi sasaran serangan udara oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat (17/7). Gempuran ini menghancurkan pusat kecerdasan buatan (AI) Primer serta tempat penyimpanan pesawat tanpa awak (drone) Punya militer AS, seperti dilansir dari Detikcom.

Aksi tersebut diklaim sebagai balasan atas tindakan militer AS yang dituding melakukan kejahatan perang setelah membombardir beberapa jembatan di Daerah Iran hingga menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil. Selain di Bahrain, IRGC juga melancarkan serangan serupa ke fasilitas militer AS di Kuwait dan Yordania.

Pihak IRGC menyatakan bahwa gempuran udara tersebut berhasil melumpuhkan titik penyimpanan armada pesawat tanpa awak Punya pertahanan AS.

“Banyak di antaranya hangus terbakar,” sebut IRGC dalam pernyataannya.

Operasi militer ini diluncurkan menggunakan kombinasi puluhan drone serta rudal balistik yang menyasar titik strategis secara presisi. IRGC mengungkapkan bahwa fasilitas AI yang dihancurkan total itu Mempunyai peran vital bagi pergerakan operasional Laskar AS.

Menurut IRGC dalam pernyataannya, pusat AI tersebut telah digunakan oleh militer AS Demi “membantu pihak musuh dalam pemilihan Sasaran guna melakukan kejahatan perang”.

Ketegangan antara kedua belah pihak Lalu meningkat menyusul insiden yang melibatkan kapal-kapal tanker di kawasan Selat Hormuz baru-baru ini. IRGC kemudian mengeluarkan ancaman lanjutan yang menyasar aset ekonomi dan teknologi Apabila infrastruktur transportasi mereka kembali diganggu.

Apabila AS kembali melakukan Invasi terhadap fasilitas publik Iran, IRGC mengancam akan memperluas Sasaran serangan ke berbagai perusahaan yang terafiliasi dengan investor Amerika Perkumpulan di kawasan Timur Tengah.

“Sekalian negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut,” tegas IRGC.