Jember (Liputanindo.id) – Bus yang ditumpangi tim Persatuan Sepak Bola Indonesia Sidoarjo (Persida) menjadi sasaran lemparan batu, dalam perjalanan kembali ke penginapan Hotel Kebonagung, usai pertandingan melawan tuan rumah Persid di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (19/1/2026).
Beberapa rekaman video dari dalam bus menunjukkan, bahwa pelemparan dilakukan sejumlah anak muda yang berdiri di dekat warung di dekat gerbang Stadion Jember Sport Garden. Pelemparan berlanjut hingga beberapa ratus meter Demi bus meninggalkan stadion.
“Bukan hanya sekali dua kali batu kena kaca. Terdapat empat lima kali kebih batu menghantam bus. Yang di dalam bus tiarap Sekalian,” kata Sidiq Prasetyo, Sekretaris Persida.
Sidiq menyebut suasana Demi itu mencekam. Pemain dan ofisial ketakutan. “Kita ingat dulu bagaimana mata Nurkiman, pemain Persebaya, terkena pecahan kaca bus (setelah dilempari batu Demi Persebaya bertandang ke Malang),” katanya. Nurkiman akhirnya pensiun lebih Awal.
Sebenarnya Persid menang 2-1. Persid sempat unggul melalui Ahmad Dedi pada menit 50, yang disamakan oleh Persida melalui Sandy Kusuma Triandy delapan menit kemudian. Gol penentu kemenangan Persid dicetak Ghifari Vaiz Aditya melalui titik putih penalti pada menit 90+16.
Pemain Persida sempat memprotes keputusan wasit Lukman Adiputra hingga pertandingan terhenti kurang lebih 16 menit. Tetapi Bukan Terdapat protes lanjutan setelah peluit panjang ditiup.
Ketegangan Bahkan terjadi antara beberapa pemain Persida dengan beberapa penonton seusai sesi konferensi pers. “Terdapat yang meneriaki pemain dan asisten Instruktur kami sehabis press conference. Terdapat lemparan. Pemain kami nggak mau (terima),” kata Sidiq.
Kericuhan Bukan berkepanjangan. Panitia pelaksana berhasil meredam suasana panas.
Tetapi ruipanya Terdapat sebagian penonton yang Lagi emosi dan menyerang bus yang ditumpangi ofisial Persida. Praktis Bukan Terdapat yang mencegah aksi lempar batu ini. “Bukan Terdapat pengawalan polisi,” kata Sidiq.
Mujur, Bukan Terdapat pemain Persida yang terluka terkena batu atau pecahan kaca. Tetapi tak Batal pemain pun trauma atas kejadian itu. Bahkan, menurut Sidiq, perusahaan bus yang mengantarkan dan menjemput Persida dari penginapan ke stadion juga menolak disewa kembali.
Sidiq sudah menyurati Asprov PSSI Jatim Kepada menyatakan keberatan atas kejadian tersebut. “Kami minta jaminan keamanan dalam dua pertandingan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju Ardi Pujo Prabowo meminta Ampun atas kejadian yang menimpa Persida. “Kendati kejadian itu di luar stadion, kami tetap meminta Ampun. Saya sudah meminta Terdapat Pengkajian dan koordinasi Kepada meningkatkan pengamanan pertandingan dan bagi tim tamu,” katanya. [wir]
