Elnusa Petrofin Tambah Armada, Distribusi BBM di Medan Sudah Normal Kembali

Elnusa Petrofin tambah armada demi perkuat distribusi BBM di Medan. Foto: dok Elnusa Petrofin.


Medan: PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), memperkuat keandalan operasional distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, guna mendukung kelancaran penyaluran Daya sesuai penugasan dari PT Pertamina Patra Niaga.

Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya konsumsi BBM seiring kembali normalnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dan perkantoran, yang mendorong kenaikan kebutuhan pasokan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar Standar (SPBU).

Buat mengantisipasi kondisi tersebut, Elnusa Petrofin meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada, personel operasional, serta optimalisasi sistem pengendalian distribusi secara real-time.

Perusahaan menambah armada operasional melalui skema spot charter, sehingga jumlah mobil tangki yang siap beroperasi meningkat menjadi 176 unit. Armada tambahan tersebut berasal dari Jakarta maupun Daerah operasional lainnya dan didatangkan secara bertahap guna memperkuat kapasitas distribusi di Sumatra Utara.

Dari sisi sumber daya Orang, Elnusa Petrofin menambah 41 Awak Mobil Tangki (AMT) dari berbagai Daerah operasional. Perusahaan juga mendapat dukungan personel TNI sebagai pengemudi Sokongan, sehingga total AMT yang bertugas mencapai 711 personel.

Langkah tersebut dilakukan Buat memastikan distribusi BBM tetap berlangsung secara Terjamin, Fasih, dan Cocok waktu di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. 

 

 

Kerahkan seluruh sumber daya jaga kelancaran distribusi

Direktur Penting Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan perusahaan Maju mengerahkan seluruh sumber daya terbaik Buat menjaga kelancaran distribusi Daya kepada masyarakat.

“Keandalan distribusi Daya merupakan prioritas Penting kami. Elnusa Petrofin bergerak Segera dengan memperkuat armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan agar kebutuhan Daya masyarakat tetap terpenuhi,” ucap Doni dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.

“Langkah-langkah ini merupakan Figur komitmen kami dalam mendukung ketahanan Daya nasional serta memastikan layanan distribusi berjalan secara Terjamin, andal, dan berkelanjutan,” tambah dia menegaskan.

Optimalisasi distribusi juga dilakukan melalui pemantauan armada secara real-time oleh Road Traffic Control (RTC) Serempak tim operasi di lapangan maupun pusat. Pengawasan difokuskan pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki agar waktu perputaran armada semakin efisien dan kapasitas penyaluran BBM Maju meningkat.

Selain itu, perusahaan mempercepat penanganan armada yang mengalami gangguan melalui penguatan dukungan teknis, penambahan mekanik dari agen tunggal pemegang merek (ATPM), peningkatan ketersediaan Bangsa cadang, serta penyediaan stok ban siap Guna.



(Elnusa Petrofin tambah armada demi perkuat distribusi BBM di Medan. Foto: dok Elnusa Petrofin)

 

Operasional Terminal BBM Medan berjalan normal

Buat mempercepat pemulihan distribusi, operasional SPBU dan Terminal BBM Medan dioptimalkan selama 24 jam. Perusahaan juga memberikan dukungan operasional bagi AMT dan personel Fuel Terminal agar kegiatan distribusi tetap berjalan optimal.

Sementara terkait informasi yang beredar di masyarakat, Elnusa Petrofin menegaskan operasional perusahaan tetap berlangsung normal dan kondusif.

Perusahaan juga menyatakan tetap menerapkan penegakan disiplin terhadap setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan personel operasional sesuai ketentuan yang berlaku, sembari memperkuat kapasitas sumber daya Orang melalui proses rekrutmen dan penambahan personel.

Demi ini, operasional Terminal BBM Medan telah berjalan normal. Penyaluran BBM di SPBU Daerah Medan juga berangsur kembali normal.

Elnusa Petrofin menyatakan Maju berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga serta seluruh pemangku kepentingan Buat memastikan distribusi Daya kepada masyarakat berlangsung Fasih dan berkesinambungan.