Pemerintah Indonesia berhasil memperkuat Rekanan bilateral dengan Singapura melalui penandatanganan puluhan poin kesepakatan baru. Kemitraan strategis ini mencakup 18 kerja sama antarpemerintah serta 8 kesepakatan sektor bisnis ke bisnis.
Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Istana Negara tersebut menunjukkan kedekatan kemitraan kedua negara, seperti dikutip dari Detikcom. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa hasil ini memperluas cakupan kolaborasi kedua belah pihak.
“Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian Konkret, capaian konkret di berbagai bidang. 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan 8 kesepakatan antara business to business. Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita,” ujar Prabowo.
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, hadir secara langsung dengan didampingi sejumlah menteri kabinetnya. Di antaranya adalah Wakil PM Gan Kim Yong, Menhan Chan Chun Sing, Menlu Vivian Balakrishnan, Masagos Zulkifli, dan Tan See Leng.
Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia didampingi oleh Menlu Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Rizky Irmansyah.
Komposisi pejabat yang hadir mengonfirmasi bahwa kesepakatan bilateral kali ini Konsentrasi pada bidang Kekuatan, pertahanan, dan ekonomi. PM Lawrence Wong menilai Indonesia Mempunyai potensi besar yang Maju menarik minat investor Singapura.
“Investasi ini lebih dari sekadar Kategori modal. Investasi ini menciptakan bisnis, industri hilir, infrastruktur digital, Kesempatan, dan lapangan kerja yang Berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Dan perusahaan-perusahaan kami Maju Menyaksikan banyak Kesempatan di sini,” kata PM Wong.
Selain menerima kunjungan dari Singapura, Istana Negara juga menerima kedatangan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Kunjungan diplomasi ini merupakan langkah balasan atas lawatan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo ke India sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman baru. Kerja sama strategis ini direncanakan menyasar sektor-sektor pelayanan publik yang krusial.
“Akan Terdapat beberapa perjanjian dan MoU juga yang besok akan dibahas dan ditandatangani. Tetapi intinya adalah bahwa kedua kepala negara secara chemistry juga punya kedekatan, dan ini merupakan suatu hal yang, satu langkah dalam rangka mempererat persaudaraan eh dan persahabatan antara Indonesia dan India,” kata Sugiono.
Secara total, terdapat 7 poin Rekanan kerja sama yang sedang dipersiapkan oleh pihak Indonesia dan India. Sektor pertahanan serta pendidikan menjadi prioritas Istimewa dalam kesepakatan mendatang.
“Prioritas di berbagai bidang, Terdapat di bidang pertahanan, Terdapat di bidang pendidikan, kemudian di bidang kesehatan, kemudian Terdapat juga di bidang pengembangan teknologi,” ujarnya.
Sebelum rangkaian pertemuan ini, Presiden Prabowo Subianto juga sempat berdialog dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Percakapan tersebut membahas mitigasi Pengaruh ketidakpastian geopolitik Dunia akibat konflik Timur Tengah.
