hingga 15 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 101.978 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp12,67 triliun
Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Maju mengakselerasi penyaluran pembiayaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan hingga 15 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 101.978 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp12,67 triliun.
“Kami optimistis Sasaran penyaluran FLPP tahun 2026 dapat tercapai melalui penguatan kolaborasi dengan seluruh bank penyalur dan pengembang. Yang terpenting, semakin banyak MBR yang dapat segera Mempunyai rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau,” ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain realisasi tersebut, terdapat 25.599 unit yang Lagi berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, rumah siap akad, persetujuan kredit, hingga akad kredit yang belum dilakukan pencairan.
Menurut Heru, capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur dan para pengembang Maju berjalan dengan Bagus dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan BP Tapera Mempunyai peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pengelolaan dan penyaluran Biaya FLPP.
“Saya berharap BP Tapera semakin kredibel sebagai lembaga yang mengelola dan menyalurkan Biaya FLPP,” kata Maruarar atau disapa Ara.
Dengan tata kelola yang Bagus, akuntabel, transparan dan kolaborasi yang semakin kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, BP Tapera semakin dipercaya masyarakat serta Pandai mempercepat terwujudnya akses rumah layak dan terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia.
