Distrik tengah dan selatan China kini tengah diguyur hujan lebat ekstrem yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan sektor pertanian. Situasi di Distrik tersebut diprediksi akan semakin memburuk menyusul adanya ancaman badai kuat yang bergerak menuju pesisir timur. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas di Provinsi Hubei dan Guangxi.
Berdasarkan data otoritas setempat, kondisi darurat ini juga memaksa ribuan Kaum Demi segera dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Lambatnya pergerakan disipasi badai tropis Maysak di daratan menjadi pemicu Istimewa tingginya curah hujan Demi ini. Badai tersebut menarik Kategori udara monsun yang membawa kelembapan tinggi dari arah selatan sehingga memicu banjir bandang.
Hujan badai bermassa ekstrem ini terpantau telah mengguyur Kota Nanning, ibu kota Provinsi Guangxi, sejak Rontok 4 Juli Lampau. Akibatnya, sebuah tanggul di Waduk Liulan dilaporkan jebol pada Senin pagi dan memaksa otoritas Memajukan status tanggap darurat banjir ke tingkat tertinggi.
Akibat cuaca ekstrem ini juga memutus jaringan listrik bagi lebih dari 59.000 Kaum di sepanjang provinsi tersebut. Pusat Hidrologi Guangxi kemudian Memajukan peringatan banjir ke tingkat paling parah Demi delapan kota besar, termasuk Nanning dan Guilin.
Akibat Kerusakan Lahan Pertanian
Bencana ini turut memicu insiden tanah longsor di Provinsi Gansu yang menimbun 33 orang. Hingga kini, tim SAR dilaporkan telah berhasil menyelamatkan separuh dari total korban yang tertimbun tersebut.
Pusat Meteorologi Nasional China memperingatkan bahwa banjir ini mengancam komoditas pangan seperti padi, jagung, dan sayuran. Fasilitas perkebunan buah dan sektor budidaya perikanan juga terancam mengalami kerugian besar akibat tambak yang meluap.
Kerusakan fisik pada komoditas tanaman produktif dan fasilitas pertanian sejauh ini sudah mulai dilaporkan terjadi di Distrik Guizhou dan Yunnan.
Ancaman Hantaman Super Topan Bavi
Memasuki akhir pekan, Distrik timur China diproyeksikan akan menghadapi hantaman angin kencang akibat kedatangan Super Topan Bavi. Badai raksasa yang setara dengan siklon Kategori 4 ini terpantau sedang bergolak di Laut Filipina setelah menerjang Rota.
Super Topan Bavi diprediksi akan mulai melintasi garis pantai timur China pada hari Sabtu mendatang. Otoritas cuaca memperkirakan bulan Juli dan Agustus akan menjadi puncak dari guyuran hujan lebat yang signifikan di negara tersebut.
Distrik selatan China, termasuk Guangdong dan Guangxi, berpotensi mengalami kenaikan curah hujan hingga 50% di atas batas normal. Sementara itu, musim hujan di Distrik utara China diprediksi tiba lebih awal dari jadwal biasanya pada 18 Juli.
