Tim Redaksi Liputanindo • 15 Juli 2026
Pertemuan Epik Setelah 21 Tahun
Duel Inggris vs Argentina menuju panggung final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam turnamen ini. Pertemuan kedua tim nasional ini merupakan yang pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir, dan kali ini dipertaruhkan di babak semifinal yang menentukan langkah ke partai puncak. Pertandingan ini direncanakan akan berlangsung di Stadion Atlanta pada Kamis dini hari (16-7-2026), tepat pukul 02.00 WIB. Bagi Inggris dan Argentina, laga ini bukan hanya soal ambisi olahraga, tetapi juga tentang warisan dan identitas sepak bola global yang membekas dalam sejarah.
Beban dan Ambisi di Atas Lapangan
Bagi pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel, laga ini adalah kesempatan menuju misi besar: membawa trofi Piala Dunia kembali ke Tanah Air dan menambahkan bintang kedua di lambang tim The Three Lions. Target ini menjadi beban besar sekaligus motivasi utama yang mengiringi perjalanan mereka hingga ke semifinal. Di sisi lain, Argentina datang dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia secara berurutan, mengikuti kesuksesan sebelumnya. Sepanjang turnamen, tim ini menunjukkan konsistensi yang solid meski menghadapi sejumlah tantangan.
Duel Lini Depan dan Belakang
Salah satu pertempuran vital akan terjadi antara Julian Alvarez dan Marc Guehi. Penyerang Argentina berusia 26 tahun itu, yang tampil kurang meyakinkan sepanjang awal turnamen, akhirnya menunjukkan tajinya dengan mencetak gol melawan Swiss di perempat final. Tendangan ciamiknya kembali membuktikan potensi mengubah jalannya pertandingan. Di sisi Inggris, Guehi, yang awalnya hanya menjadi cadangan saat melawan Kroasia di fase grup, kini menjadi pilar utama di jantung pertahanan. Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan duel udaranya menjadi modal penting untuk meredam pergerakan Alvarez.
Kapten vs Mantan Rekan Setim
Salah satu duel emosional yang ditunggu adalah pertarungan antara kapten Inggris Harry Kane dengan bek Argentina Cristian Romero. Keduanya pernah menjadi rekan satu tim di klub, dan pengalaman tersebut membuat duel ini semakin menarik secara psikologis. Kane, pencetak gol sepanjang masa Inggris, sudah mengemas enam gol di Piala Dunia edisi ini dan bersaing dalam perebutan sepatu emas. Namun, Romero, yang baru pulih dari cedera lutut, tampil luar biasa solid sebagai tembok pertahanan. Bek ini akan mengandalkan fisik dan gaya permainan agresif untuk menghadang Kane.
Superstar sebagai Poros Utama
Belum lengkap tanpa melihat peran Lionel Messi dan Jude Bellingham. Messi, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-39, tetap menjadi jantung permainan Argentina dengan delapan gol di turnamen ini. Catatan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Seluruh alur serangan Argentina terpusat pada sang megabintang. Di sisi Inggris, Bellingham menonjol sebagai figur kunci dengan performa konsisten dan daya pengaruh besar di lapangan tengah. Duel antara dua pemain yang menjadi ikon masing-masing tim ini akan menjadi penentu arah laga.
Sumber: bola.com
