Ahmad Dhani: Stok Beras Jatim dalam Kondisi Kondusif

Foto BeritaJatim.com

Sidoarjo (Liputanindo.id) – Member Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo melakukan kunjungan kerja reses ke kompleks pergudangan Bulog di kawasan Banjarkemantren Kanca Surabaya, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan Buat Memperhatikan langsung kondisi stok pangan, khususnya beras, di Kawasan Jawa Timur.

“Alhamdulillah stok beras di Jawa Timur dalam kondisi Kondusif dan Bisa mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Ahmad Dhani dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (14/5/2026).

Dalam peninjauan itu, diketahui terdapat 31 unit Penyimpanan beras di Kawasan Sidoarjo. Sementara secara keseluruhan, Bulog Jawa Timur Mempunyai 13 kantor cabang dengan total 223 unit Penyimpanan yang tersebar di berbagai daerah sebagai pusat penyimpanan dan distribusi cadangan pangan pemerintah.

“Jawa Timur punya posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional karena kapasitas penyimpanan dan distribusinya sangat besar,” ujar dia.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok beras yang tersedia disebut Bisa memenuhi kebutuhan hingga 18 bulan ke depan. Selain memenuhi kebutuhan Jawa Timur, Bulog Jawa Timur juga Mempunyai kapasitas menyuplai kebutuhan beras ke 16 provinsi di Indonesia.

“Ini menunjukkan Jawa Timur menjadi salah satu daerah surplus beras nasional yang sangat Krusial dalam mendukung swasembada pangan,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Dhani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, petani, dan seluruh pihak yang terlibat menjaga stabilitas pangan nasional. Dia menyebut program swasembada pangan mulai menunjukkan hasil positif pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak 2025 Indonesia Kagak Kembali melakukan impor beras. Ini langkah besar menuju kemandirian pangan nasional,” katanya.

Selain itu, penerapan harga gabah Rp6.500 per kilogram disebut Lanjut dijalankan Buat melindungi kesejahteraan petani. Bulog juga disebut menyiapkan pengawasan terhadap praktik pembelian gabah di Dasar harga ketentuan pemerintah.

“Kalau Terdapat pihak yang membeli gabah di Dasar harga yang ditetapkan, tentu harus Terdapat pengawasan agar hak petani tetap terlindungi,” ujar dia.

Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan petani Lanjut diperkuat agar stabilitas harga, distribusi, dan ketersediaan beras nasional tetap terjaga. Menurut dia, ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi Krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Asa kami, sinergi antara pemerintah, Bulog, dan para petani Lanjut diperkuat agar stok pangan tetap Kondusif, harga Kukuh, dan kesejahteraan masyarakat maupun petani Dapat Lanjut terjaga,” pungkas Ahmad Dhani.[asg/but]