Mbappé, Dembélé, Oliisi, Doi, Parkola, dan Mateta lolos ke Piala Dunia setelah mencetak Sekeliling 150 gol Berbarengan klub masing-masing selama musim 2025/2026.
Ditambah dengan gol-gol yang mereka cetak di Amerika Perkumpulan, total gol mereka mendekati 165 gol. Apabila dihitung Berbarengan umpan-umpan penentu gol, keenam pemain ini dengan mudah melampaui 200 kontribusi langsung terhadap gol sepanjang musim.
Statistik ini mencerminkan besarnya tantangan. Timnas Prancis Tak hanya bergantung pada para pencetak gol, tetapi juga Mempunyai pemain yang Pandai mencetak gol, memberikan umpan, dan menciptakan Kesempatan, serta melakukannya dari berbagai posisi.
Deschamps dapat memainkan Mbappé sebagai penyerang tengah atau di sayap kiri; menggunakan Dembélé sebagai sayap, playmaker, atau penyerang Palsu; memberikan kebebasan kepada Oliasi Kepada bergerak ke dalam; memanfaatkan ruang Nihil Berbarengan Parkola; serta memanfaatkan kreativitas Doi; atau mengubah dinamika pertandingan sepenuhnya dengan memasukkan Mateta yang bertubuh raksasa dengan tinggi 192 sentimeter.
Mbappé merupakan pilar Istimewa dalam sistem permainan Real Madrid. Ia mengakhiri musim Berbarengan klubnya dengan 42 gol Formal, dan menambahkan delapan gol Tengah di Piala Dunia.
Dengan demikian, total golnya Berbarengan klub dan tim nasional mencapai 50 gol pada musim di mana ia juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Aliansi Champions dengan 15 gol. Piala Dunia juga memperlihatkan sisi paling mematikan darinya, di mana ia mencetak 20 gol dalam 20 pertandingan selama tiga penampilannya, dan ia memang sedang berupaya memecahkan rekor turnamen tersebut.
Sedangkan Berbarengan timnas Prancis, catatannya Benar-Benar menakjubkan: 101 kontribusi gol (64 gol dan 37 assist) dalam 104 pertandingan, atau rata-rata 0,97 kontribusi per pertandingan.
Di sisinya Terdapat Dembélé, yang kurang menonjol Tetapi tak kalah menentukan. Setelah musim yang produktif lainnya Berbarengan Paris Saint-Germain, ia mencetak lima gol di Piala Dunia, dan Berbarengan Mbappé, keduanya telah mengumpulkan total 13 gol.
Lampau Terdapat Oliisi… Sayap Bayern München ini Tak perlu mencetak gol Kepada mendominasi turnamen; ia melakukannya melalui umpan-umpannya.
Ia memimpin daftar pemberi assist dengan lima umpan kunci, dan Nyaris memecahkan beberapa rekor bersejarah. Ia adalah pemain yang memberikan Arti pada serangan Prancis yang melimpah.
Musimnya di Jerman memang luar Normal, di mana ia mengakhiri musim dengan 54 kontribusi gol di Sekalian kompetisi, salah satu Nomor tertinggi di sepak bola Eropa.
Dengan demikian, Prancis berhasil mengumpulkan tiga pemain paling produktif dari lima Aliansi besar dalam satu barisan penyerang: Dembélé berkontribusi pada satu gol setiap 71 menit, Mbappé setiap 75 menit, dan Oulissi setiap 84 menit. Ini sungguh luar Normal.
Rasa superioritas semakin terasa Demi Menyaksikan bangku cadangan, yang dipenuhi dengan pilihan tak terhitung yang dapat dimanfaatkan Deschamps tanpa mengorbankan daya serang tim.
