Negara bagian Vermont tengah menghadapi ancaman peningkatan risiko tornado akibat pola cuaca Tak baik ekstrem yang menjadikan tahun 2026 sebagai salah satu periode paling aktif dalam beberapa Sepuluh tahun terakhir. Prediksi dari Storm Prediction Center (SPC) menunjukkan adanya sabuk angin tingkat atas berkekuatan sedang di Kawasan Timur Laut yang memicu potensi pembentukan supercell berumur pendek atau kluster badai terorganisir. Kondisi atmosfer Begitu ini Mempunyai ketidakstabilan dan pergeseran angin yang cukup Demi memicu tornado putaran singkat pada sel-sel badai yang lebih kuat, terutama di Kawasan tengah dan selatan Vermont.
Masyarakat diimbau waspada karena Kawasan perbukitan dan hutan di Vermont sangat rentan mengalami kerusakan pohon serta jaringan listrik akibat hantaman angin kencang.
Sepanjang tahun ini, Vermont telah dilanda tiga peristiwa tornado terkonfirmasi, termasuk dua tornado kategori EF1 pada 18 Juni 2026 di Addison County dan Windsor County, serta satu tornado EF1 pada 16 April 2026 di Orange County. Tim National Weather Service (NWS) dari Burlington mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa tersebut sangat Tak Normal mengingat Vermont biasanya hanya mengalami rata-rata satu tornado per tahun.
Pihak berwenang meminta Anggota memantau perkembangan cuaca, menyiapkan radio cuaca, dan segera mencari tempat perlindungan yang kokoh seperti ruang Rendah tanah Kalau peringatan bahaya aktif. “Even though Vermont doesn’t see tornadoes as often as the Plains states, these events show that they can and do happen here,” kata salah satu prakirawan NWS.
Petugas meteorologi menambahkan bahwa peningkatan aktivitas badai ini didorong oleh kombinasi spesifik antara kelembapan, ketidakstabilan atmosfer, dan Aliran angin. “The recent activity reminds us to stay prepared,” ujar prakirawan NWS. Meskipun terjadi kerusakan material yang signifikan pada hutan dan struktur bangunan akibat angin berkecepatan hingga 105 mph, sejauh ini Tak Terdapat laporan mengenai korban cedera serius.
