Program B50 Punya Pengaruh Ganda ke Perekonomian Domestik

Ilustrasi biodiesel B50. Foto: Berkas Kementerian ESDM.


Malang: Ahli ekonomi dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Noval Adib menilai pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku biodisel melalui Program B50 Pandai memunculkan Pengaruh ganda bagi perekonomian domestik.

“Ini menggerakkan perekonomian dan Terang positif bagi APBN tapi banyak sektor pula yang dalam waktu serentak ikut bergerak, seperti sektor kelapa sawit itu sendiri, kemudian sektor distribusi, hingga sektor mesin pengolahannya,” kata Noval di Kota Malang, dikutip dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurut dia, implementasi B50 Pandai mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sehingga mencegah pembengkakan belanja pada APBN.

Langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah pun disebutnya menjadi bagian strategi mengoptimalkan potensi dalam negeri yang akan menjadi kunci Krusial menuju kemandirian Kekuatan.

“Kalau kita Dapat lebih Berdikari dengan menggunakan bahan bakar kelapa sawit atau crude palm oli (CPO) tentunya akan menekan beban anggaran,” ujarnya.

Tetapi, ia tetap mengingatkan kepada pemerintah agar selalu cermat dan berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antar suplai di pasar domestik, Alasan CPO telah menjadi komoditas Istimewa Buat produksi minyak goreng yang dibutuhkan oleh masyarakat.


(Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id)

Jaga tata kelola pasokan

Menurut dia, pemerintah perlu tata kelola pasokan dengan Bagus, sehingga tak Tiba memunculkan persoalan perebutan bahan baku antara industri biodisel dan pangan akibat peningkatan kebutuhan terhadap suatu komoditas.

Kepastian pasokan Buat dua industri tersebut menjadi jalan dalam meminimalkan potensi inflasi.

Noval juga menekankan potensi biaya tersembunyi pada setiap dinamika yang muncul karena kebijakan baru, misalnya berupa Akibat sosial atau ketimpangan antarsektor industri.

“Standardisasi, monitoring, pengendalian, serta Penilaian ketika dijalankan Akurat-Akurat dilaksanakan dengan disiplin, supaya kebijakan B50 yang tujuannya mulia Buat mengurangi ketergantungan minyak dunia ini Dapat sukses, maka pelaksanaannya juga harus Akurat,” ujar dia.

Pemerintah dikatakannya harus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang notabene merupakan konsumen bahan bakar.

Langkah tersebut ditujukan Buat mencegah kesimpangsiuran isu ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

“Masyarakat sebetulnya yang Krusial Mengerti BBM itu tersedia dengan harga terjangkau, jangan Tiba Mengenakan B50 malah harganya lebih mahal dari solar Normal karena secara ekonomi akan membebani masyarakat,” tutur dia.