BP Rebana tawarkan investasi kawasan industri pada ajang SIBS 2026

BP Rebana tawarkan investasi kawasan industri pada ajang SIBS 2026

Kota Bandung (ANTARA) – Badan Pengelola (BP) Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati (Rebana) menawarkan berbagai Kesempatan investasi strategis kepada investor dan pelaku usaha Selangor, Malaysia, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Kota Bandung.

Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, mengatakan Perhimpunan tersebut menjadi momentum Krusial Kepada mempromosikan potensi investasi Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana Metropolitan yang dinilai Mempunyai prospek besar bagi investor regional.

“Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar Normal bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Helmy di Bandung, Sabtu.

Ia menjelaskan Rebana Metropolitan mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan populasi Sekeliling 10 juta jiwa serta Mempunyai empat kawasan industri seluas Sekeliling 43 ribu hektare.

Ia menyebut Ketika ini tingkat keterisian kawasan industri tersebut Tetap di Rendah 10 persen sehingga Kesempatan investasi Tetap sangat terbuka.

“Artinya kami Tetap Mempunyai potensi investasi yang sangat besar. Investor dapat berinvestasi di berbagai sektor,” ujarnya.

Helmy menyebut kawasan Rebana menjadi salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia karena didukung infrastruktur strategis seperti Bandara Dunia Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang terintegrasi.

Menurut dia, Jawa Barat juga merupakan tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang.

“Pada 2025, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai Sekeliling 38,45 miliar dolar AS. Dengan kerja sama yang lebih kuat, saya Pasti Nomor tersebut dapat meningkat secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan Indonesia merupakan Kenalan ekonomi strategis Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN.

Menurut dia, potensi kerja sama antara Selangor dan Indonesia mencakup berbagai sektor seperti Daya terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan.

“Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia Kepada memasuki pasar Malaysia dan ASEAN,” katanya.

Ia menambahkan Selangor Mempunyai ekosistem bisnis yang matang dengan dukungan infrastruktur, tenaga kerja terampil, sistem logistik yang kuat, serta lingkungan investasi yang ramah investor.

Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap dapat memperkuat kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat dan kawasan Rebana.