Sebuah helikopter militer Amerika Perkumpulan jenis MH-60S Seahawk dilaporkan melakukan pendaratan darurat di kawasan perairan Laut Arab pada Rabu (1/7) waktu setempat. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu personel militer dinyatakan hilang, sementara tiga awak pesawat lainnya mengalami luka-luka.
Pihak militer Amerika Perkumpulan menegaskan bahwa insiden ini murni kecelakaan. Sejauh ini, tim Penyelidikan Kagak menemukan adanya indikasi yang menunjukkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh tindakan permusuhan dari pihak luar.
Dilansir dari Detikcom, Armada ke-5 Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa proses pencarian terhadap korban yang hilang Tetap Lanjut berjalan intensif dengan mengerahkan sejumlah fasilitas militer di area Sekeliling.
“Aset-aset Angkatan Laut AS di Daerah tersebut Begitu ini sedang mencari awak pesawat lain yang Tetap hilang. Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki,” kata Armada ke-5 Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Helikopter militer yang mengalami musibah tersebut diketahui tengah mengemban misi operasi dan ditempatkan di atas kapal induk USS George H.W. Bush. Mengenai kondisi korban selamat, pihak berwenang menyampaikan bahwa tiga personel yang terluka Begitu ini sudah dalam penanganan medis dan berada dalam kondisi Kukuh.
Secara teknis, operasional pendaratan helikopter di permukaan air Mempunyai tingkat risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan penerbangan. Tanda khas helikopter yang cenderung Mempunyai beban berat pada bagian atas membuatnya sangat rawan terbalik ketika terhempas atau menyelam ke dalam air.
Kecelakaan penerbangan ini terjadi di tengah situasi regional yang cukup sensitif. Angkatan bersenjata Amerika Perkumpulan di Daerah tersebut sedang berada dalam status kesiagaan tinggi menyusul dinamika ketegangan dan kekerasan berkala yang sempat terjadi selama masa gencatan senjata antara AS dan Iran.
