Iran Siapkan Pemakaman Khamenei dan Ancam Balas Pelaku

Iran bersiap menggelar upacara pemakaman akbar Kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran di tengah peringatan keras mengenai aksi balasan terhadap pihak yang bertanggung jawab. Seperti dilansir dari Detikcom, rangkaian Perayaan terbuka Kepada publik tersebut dijadwalkan bakal dimulai pada Sabtu (4/7/2026).

Pemerintah Iran mengestimasi Sekeliling 15 hingga 20 juta pelayat akan memadati kompleks Grand Mosalla Kepada memberikan penghormatan terakhir. Prosesi ini sempat tertunda akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, tetapi akhirnya dapat terlaksana di masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Perkumpulan.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menegaskan bahwa wafatnya sang pemimpin spiritual Malah memperkuat prinsip pertahanan dan keamanan nasional negara tersebut.

“Kepalan tangan Pemimpin yang gugur pada Ketika wafatnya akan tetap menjadi simbol Kekal doktrin keamanan nasional Iran,” kata Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Peringatan keras tersebut disampaikan oleh komandan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjelang Penyelenggaraan upacara pemakaman kenegaraan. Ia menekankan bahwa penyelidikan dan rencana pembalasan atas Mortalitas sang pemimpin Enggak akan pernah dihentikan.

“Berkas pembalasan atas darah Kudus Khamenei yang Akbar dan para martir Iran yang tertindas tetap terbuka,” tegas Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Zolqadr juga memberikan indikasi bahwa tindakan hukum maupun operasi balasan terhadap para aktor intelektual serta eksekutor serangan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang Akurat — yang Enggak akan Pelan Tengah — akan menghadapi hukuman yang setimpal di tangan ‘unsur-unsur yang Betul’,” imbuh Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Khamenei wafat pada usia 86 tahun akibat serangan militer Amerika Perkumpulan dan Israel di kedidalamannya pada akhir Februari Lampau. Jenazah pemimpin tertinggi beserta para Personil keluarga yang turut menjadi korban serangan tersebut akan disemayamkan Serempak di Imam Khomeini Mosalla.