Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan cuaca di Kota Surabaya terpantau cerah dengan suhu udara panas menyengat pada Rabu, 1 Juli 2026. Kondisi terik ini sejalan dengan rilis data BMKG Juanda yang menyatakan bahwa sebagian besar Distrik Jawa Timur kini tengah memasuki fase kering tanpa potensi hujan signifikan. Suhu udara di Kota Pahlawan dilaporkan berada pada rentang 21 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara yang bergerak fluktuatif di kisaran 42 hingga 92 persen.
Masyarakat setempat diimbau Kepada mengantisipasi cuaca terik ini, khususnya pada siang hari Ketika radiasi sinar Mentari berada pada intensitas tertinggi.
Stabilitas atmosfer yang tinggi serta hembusan angin timur-tenggara berkecepatan 22 knot disinyalir menjadi penyebab Istimewa minimnya pertumbuhan Mega hujan. “Secara Lumrah, kondisi atmosfer di Jawa Timur Tetap cenderung Konsisten sehingga Kesempatan terbentuknya Mega konvektif yang memicu hujan Tetap rendah,” kata Rendy, pihak BMKG Juanda.
Selain Elemen angin, fenomena cuaca Dunia seperti Madden-Julian Oscillation, ENSO, serta Indian Ocean Dipole Ketika ini dilaporkan berada dalam fase Independen. “Prediksi OLR juga menunjukkan kondisi Independen hingga positif. Artinya, hingga Sekeliling 9 Juli belum terlihat adanya gangguan atmosfer yang signifikan melintasi Jawa Timur,” kata Rendy, pihak BMKG Juanda.
Otoritas meteorologi memproyeksikan cuaca kering berawan serta kondisi berkabut Tetap mendominasi, sementara hujan ringan diperkirakan baru berpeluang turun pada Minggu, 5 Juli 2026.
