Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id
Jakarta: PT Bursa Dampak Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat enam perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, per 8 Juli 2026. Adanya enam antrean itu seiring meningkatnya antusiasme pasar, tercermin dari adanya aksi IPO sebanyak enam perusahaan selama pekan ini.
“Hingga Ketika ini, terdapat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Dari enam perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak tiga perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar Tamat Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di Dasar Rp50 miliar.
Adapun, Penggolongan skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari sisi sektor delapan perusahaan antrean IPO, Nyoman merincikan sebanyak dua perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen nonprimer, satu perusahaan sektor barang konsumen Istimewa, dan satu perusahaan sektor barang baku.

(Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id)
5 perusahaan IPO, himpun Anggaran Rp1,67 triliun
Tamat 8 Juli 2026, telah terdapat lima perusahaan yang melangsungkan IPO dengan Anggaran dihimpun total senilai Rp1,67 triliun, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 961 perusahaan Tamat Ketika ini
Sementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 93 emisi dari 52 penerbit Dampak Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan Anggaran yang dihimpun senilai Rp94,45 triliun hingga 8 Juli 2026.
Tamat periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 28 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) Buat menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.
Sementara itu, Buat aksi rights issue (Hak Memesan Dampak Terlebih Dahulu/HMETD), telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun Tamat 8 Juli 2026
Dalam antrean rights issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari sektor teknologi.
