IHSG Sore Ditutup ke Level 5.873

Ilustrasi. Foto: Dok MI


Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini bertengger di Area merah. IHSG sudah melemah sejak pembukaan perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data RTI, Rabu, 8 Juli 2026, IHSG sore turun 113,125 poin atau setara 1,89 persen ke posisi 5.873,372. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 5.984. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 5.872 dan tertinggi di posisi 5.984.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 22,222 miliar senilai Rp10,449 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.299,302 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.970.899 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 191 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 482 saham melemah, dan 116 saham lainnya stagnan.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG melemah ikuti bursa kawasan Asia dan Mendunia

IHSG pada Rabu pagi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan Mendunia. IHSG dibuka melemah 2,32 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.984,18. Sementara itu, Grup 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,48 poin atau 0,08 persen ke posisi 594,44.

“Investor mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist Penggolongan pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing, apabila Bukan diikuti perbaikan aksesibilitas pasar,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, terdapat kombinasi sentimen yang Membikin pasar cenderung risk-off, akibat pelemahan bursa Wall Street di Amerika Perkumpulan (AS), kenaikan harga minyak mentah, serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dari dalam negeri, investor mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist Penggolongan pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing, apabila Bukan diikuti perbaikan aksesibilitas pasar.

Ditambah, konflik geopolitik kembali meningkat setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran dan mencabut izin ekspor minyak Iran, yang memicu lonjakan harga minyak Yakni Brent naik 3,0 persen ke 74,16 dolar AS pet barel dan WTI menguat Dekat 3,0 persen ke 70,44 dolar AS per barel.

“Dengan kombinasi sentimen itu, pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi mengalami konsolidasi dengan bias hati-hati, meski Mendasar domestik yang relatif solid Lagi berpotensi membatasi tekanan jual,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas.