Mojokerto (Liputanindo.id) – Sebanyak 120 siswa MAN 2 Mojokerto mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).
Pada kegiatan yang digelar di aula MAN 2 Mojokerto selama dua hari, Selasa-Rabu (19-20/5/2026) tersebut, para siswa diajak agar Bukan menormalisasi perilaku menyimpang maupun Interaksi bebas di kalangan remaja.
Kegiatan tersebut merupakan layanan keagamaan dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Religi (Kemenag) Kabupaten Mojokerto yang menyasar kalangan remaja usia sekolah dan madrasah.
Peserta BRUS dibagi dalam empat angkatan Demi memaksimalkan penyampaian materi terkait pergaulan remaja, kesehatan reproduksi, hingga persiapan kehidupan berkeluarga.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin mengatakan, kegiatan tersebut Krusial sebagai upaya membentengi generasi muda dari pergaulan bebas dan fenomena sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, Nomor pernikahan di Kabupaten Mojokerto dalam beberapa tahun terakhir Lalu mengalami penurunan.
Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.057 pernikahan, turun dibanding tahun 2024 yang mencapai 8.141 pernikahan.
Selain itu, data Pengadilan Religi (PA) Mojokerto menunjukkan Izin Tertentu nikah pada tahun 2025 Lagi cukup tinggi, yakni mencapai 340 perkara. Meski demikian, Nomor tersebut menurun dibanding tahun 2024 sebanyak 739 Izin Tertentu nikah dan tahun 2023 sebanyak 418 perkara.
“Jumlah usia nikah sebenarnya meningkat, tetapi Nomor pernikahan Bahkan menurun. Ini harus menjadi perhatian Berbarengan. Para siswa agar Bukan menormalisasi perilaku menyimpang maupun Interaksi bebas di kalangan remaja. Hati-hati, jangan Tiba menormalisasi LGBT,” tegasnya.
BRUS, lanjutnya, lahir dari keyakinan bahwa masa remaja merupakan fase Krusial dalam pembentukan arah hidup seseorang. Pada masa tersebut, remaja mulai mencari jati diri, menentukan nilai-nilai kehidupan, serta menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan dan perkembangan informasi yang begitu Segera.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja Bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga Mempunyai fondasi aqidah, akhlak, dan wawasan kebangsaan yang kuat. Dengan demikian mereka Bisa mengelola emosi, mengenali potensi diri, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan Watak religius yang ramah, toleran, dan anti kekerasan sebagai bekal hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, remaja harus Bisa menjadi generasi penyeimbang yang menjaga nilai-nilai Religi, bangsa, dan masa depan dirinya sendiri.
Ketua OSIM MAN 2 Mojokerto, Muhammad Syifaul Qulub mengatakan, BRUS memberikan banyak edukasi bagi remaja agar terhindar dari pergaulan bebas. “Menurut saya BRUS itu seperti seminar remaja. Tujuannya agar para remaja Bukan menjadi remaja Bandel dan terjerumus dalam pergaulan bebas,” ujarnya.
la mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi siswa. Sebagai Ketua OSIM MAN 2 Mojokerto, dirinya juga berencana melakukan sosialisasi kepada Sekeliling 1.500 siswa MAN 2 Mojokerto. Harapannya agar materi yang didapat dari kegiatan BRUS tersebut Bisa diketahui seluruh siswa.
Sementara itu, Sekretaris OSIM MAN 2 Mojokerto, Melisa Queen Tadira menilai BRUS dapat membantu mengurangi normalisasi Interaksi di luar nikah di kalangan remaja. “engan mengikuti BRUS saya berharap Bukan Eksis Tengah yang menormalisasi Interaksi seksual di luar nikah,” ujar siswi kelas II Bahasa tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya meminta pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) ikut menyosialisasikan materi BRUS kepada seluruh siswa MAN 2 Mojokerto yang belum mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa juga didorong Demi Membangun konten edukatif di media sosial seperti TikTok agar pesan BRUS lebih mudah diterima kalangan generasi Z.
Program BRUS menjadi salah satu upaya Kemenag dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda agar Mempunyai Watak religius, berakhlak mulia, dan Bisa menghadapi tantangan Era. Melalui kegiatan BRUS tersebut, Kemenag berharap dapat melahirkan pribadi-pribadi muda yang percaya diri, berkarakter, serta Bisa menjauhi pergaulan bebas dan berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. [tin/ted]
