Area utara Venezuela diguncang fenomena gempa ganda (doublet) terbesar dalam lebih dari satu abad terakhir dengan kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi Nyaris bersamaan, seperti dilansir dari Detik iNET. Survei Geologi AS (USGS) mencatat dua getaran besar tersebut meletus hanya dalam selang waktu 39 detik, memicu perdebatan di kalangan seismolog mengenai kepastian aktivitas tektonik tersebut. Ahli geologi menjelaskan bahwa Tanda khas Penting dari aktivitas seismik kembar ini terletak pada besaran Kekuatan masif yang dilepaskan dalam waktu singkat.
“Gempa bumi ganda sangatlah destruktif. Perbedaan utamanya adalah gempa ganda Mempunyai Kekuatan setara, sedangkan gempa tunggal dan gempa susulan yang lebih kecil kekuatan energinya lebih rendah,” kata Raul Perez-Lopez, ilmuwan gempa di Institut Geologi dan Pertambangan Spanyol.
Sejumlah peneliti lain Lagi mengumpulkan data seismik tambahan Kepada memastikan apakah rentetan guncangan ini murni berasal dari dua gempa berbeda atau satu patahan besar. “Mungkin butuh waktu beberapa hari atau lebih bagi seismolog Kepada Betul-Betul menyusun rentetan peristiwa tersebut. Dan setelahnya pun mereka mungkin belum punya Konklusi Niscaya mengenai apakah itu satu gempa atau dua gempa,'” ujar Judith Hubbard, ilmuwan gempa di Universitas Cornell.
Fenomena serupa dengan skala lebih rendah bermagnitudo 6,2 dan 6,3 tercatat pernah melanda kawasan yang sama pada September 2025. “Kami belum Betul-Betul memahami dengan Berkualitas patahan mana yang menghasilkan gempa ganda dan mana yang Enggak, atau apakah memang Terdapat jenis patahan tertentu yang memicu gempa ganda,” tambah Hubbard, ilmuwan gempa di Universitas Cornell.
Kondisi geologis Venezuela utara terbentuk dari pertemuan lempeng tektonik, Tetapi catatan sejarah menunjukkan kawasan ini baru mengalami tujuh kali gempa bermagnitudo 6 atau lebih dalam seratus tahun terakhir. Analisis awal dari USGS menempatkan Posisi kedua pusat gempa terpisah jarak Sekeliling 5 hingga 10 kilometer, yang memicu dugaan adanya Pengaruh domino tektonik. Para ilmuwan kini menunggu pasokan data satelit dalam beberapa hari ke depan guna memetakan pergerakan rekahan Rendah tanah secara lebih Seksama.
Peristiwa gempa kembar destruktif sebelumnya juga pernah menarik perhatian dunia Demi bermagnitudo 7,8 dan 7,7 melanda Area Turki serta Suriah pada tahun 2023 dengan Waktu Waktu kosong sembilan jam.
