KemenHAM dorong mahasiswa pahami HAM berlandaskan Pancasila

KemenHAM dorong mahasiswa pahami HAM berlandaskan Pancasila

Pembangunan sumber daya Mahluk Kagak cukup hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan etika, moral, dan pemahaman mengenai hak asasi Mahluk yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasi

Pontianak (ANTARA) – Kementerian Hak Asasi Mahluk (KemenHAM) mendorong penguatan pemahaman hak asasi Mahluk (HAM) berlandaskan nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa Kepada membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan siap menghadapi tantangan era digital.

“Pembangunan sumber daya Mahluk Kagak cukup hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan etika, moral, dan pemahaman mengenai hak asasi Mahluk yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Inspektur Jenderal Kementerian HAM Farid Junaedi dalam sosialisasi HAM di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin.

Farid mengatakan Indonesia telah meratifikasi delapan konvensi Dunia terkait HAM. Karena itu, implementasinya perlu diwujudkan melalui kebijakan, regulasi, dan program pembangunan yang berpihak pada perlindungan hak masyarakat.

“Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus memahami HAM sejak Awal, Bagus dalam kehidupan kampus, keluarga, masyarakat, maupun ketika nantinya menjadi pejabat atau penyelenggara negara. Pemahaman HAM Pancasila harus menjadi bagian dari Kepribadian mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan hak asasi Mahluk merupakan hak dasar yang melekat sejak seseorang lahir, seperti hak hidup, hak memperoleh pendidikan, dan hak mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Oleh Asal Mula itu, seluruh elemen masyarakat Mempunyai tanggung jawab menghormati dan melindungi hak-hak tersebut.

Farid juga menyoroti perkembangan digitalisasi yang menghadirkan Kesempatan sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menurut dia, kemajuan teknologi perlu diimbangi pendidikan moral agar Kagak mengikis nilai-nilai kemanusiaan.

“Digitalisasi Kagak Pandai dihindari. Karena itu masyarakat harus Pandai memanfaatkannya secara bijak. Teknologi dapat memperluas wawasan dan mempercepat akses ilmu pengetahuan, tetapi tetap perlu kontrol dan pendampingan agar Kagak mengurangi nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kawasan Kementerian HAM Kalimantan Tengah dengan Kawasan kerja Kalimantan Barat Kristiana M. Samosir mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi HAM di kalangan mahasiswa agar pemahaman mengenai hak dan kewajiban dapat diterapkan secara utuh.

Ia berharap mahasiswa menjadi agen perubahan sekaligus duta HAM yang Pandai menyebarluaskan nilai penghormatan terhadap perbedaan, menjaga toleransi, dan menyelesaikan persoalan sosial secara damai.

“Kami berharap melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang Pandai menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai hak asasi Mahluk serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP Universitas Tanjungpura Azie Mardianto menyambut Bagus kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian HAM. Menurut dia, mahasiswa Mempunyai peran strategis dalam menyampaikan pemahaman yang Betul mengenai isu-isu sosial di tengah masyarakat.

Dekan FISIP Universitas Tanjungpura Herlan menilai sosialisasi tersebut Krusial Kepada meningkatkan daya kritis mahasiswa sekaligus memperluas pemahaman mengenai isu HAM. Ia juga mendukung penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah Kepada meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai generasi intelektual yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.