PPATK Ungkap Jabodetabek Jadi Daerah Pemain Judi Online Terbanyak

Aktivitas judi online di Indonesia tercatat berpusat di Daerah metropolitan sepanjang tahun 2025 dengan Kendali pemain berjenis kelamin Pria. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang dilansir dari Detik Finance pada Jumat (26/6/2026), kawasan Jabodetabek menjadi Daerah dengan konsentrasi pemain terbanyak di tingkat nasional.

“Data PPPK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah Daerah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional,” tulis unggahan di Instagram Formal @ppatk_indonesia, dikutip Jumat (26/6/2026).

Peta sebaran menunjukkan empat daerah dengan jumlah pelaku dan nilai deposit tertinggi didominasi oleh kota dan kabupaten di Jawa Barat serta DKI Jakarta. Kabupaten Bogor menempati posisi teratas dengan 103.092 pemain dan nilai deposit Rp 414,4 miliar, diikuti Jakarta Barat sebesar 89.320 pemain dengan nilai deposit mencapai Rp 600,6 miliar.

Daerah Jakarta Timur mencatatkan 81.750 pemain dengan deposit sebesar Rp 425,9 miliar, sedangkan Kota Bandung Mempunyai 80.549 pemain dengan total deposit Rp 341,7 miliar. Sebaran sepuluh besar Daerah dengan jumlah pemain terbanyak ini secara akumulatif terbagi ke dalam tiga provinsi di pulau Jawa.

“Dari 10 Daerah dengan pemain terbanyak 4 berasal dari DKI Jakarta, 4 berasal dari Jawa Barat, 2 berasal dari Banten,” tutur PPATK.

Pemetaan yang dilakukan secara mendalam hingga level kecamatan memperlihatkan titik-titik konsentrasi yang Melewati rata-rata Daerah sekitarnya. Intervensi ini mengindikasikan bahwa paparan aktivitas tersebut sudah masuk ke berbagai sektor kehidupan masyarakat mulai dari lingkungan rumah, institusi pendidikan, hingga area kerja.

Data PPATK merinci lima kecamatan dengan jumlah pemain tertinggi yang berpusat di Daerah Jakarta dan Bekasi.

Daftar Kecamatan Pemain Judi Online Terbanyak
Kecamatan Daerah Jumlah Pemain
Cengkareng Jakarta Barat 21.497
Cakung Jakarta Timur 14.664
Tanjung Priok Jakarta Utara 13.769
Kebayoran Lamban Jakarta Selatan 9.948
Bekasi Utara Kota Bekasi 7.793

Analisis profil demografi pelaku menunjukkan bahwa fenomena ini sebagian besar menjerat masyarakat yang berada di usia produktif. Golongan umur 20-30 tahun mencatatkan prevalensi tertinggi, yang kemudian diikuti oleh Golongan usia 31-40 tahun.

“Artinya, Golongan usia produktif yang menjadi motor ekonomi Malah menjadi Golongan yang paling rentan terpapar judi online. Yang dipertaruhkan bukan hanya Doku, tetapi juga masa depan produktif,” imbuh PPATK.