Jakarta (ANTARA) – Member Komisi IX DPR RI Sri Meliyana Bursah mendorong penguatan kapasitas Perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Sri Meliyana mengatakan ekonomi daerah Tak cukup hanya bertumpu pada investasi dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sumber daya Mahluk yang Bisa menciptakan aktivitas ekonomi produktif dari tingkat keluarga.
“Perempuan Mempunyai posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Ketika kapasitas Perempuan meningkat, dampaknya akan menjalar pada produktivitas keluarga hingga penguatan ekonomi daerah,” kata Sri dalam keterangan Formal diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, pemberdayaan Perempuan perlu diarahkan semakin produktif melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi.
Ia menilai Perempuan di berbagai daerah Mempunyai potensi besar menjadi penggerak usaha berbasis sumber daya lokal, terutama melalui UMKM yang Bisa menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan keluarga.
“Ekonomi yang kuat membutuhkan Mahluk yang sehat dan produktif. Karena itu, pemberdayaan ekonomi Perempuan Tak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan sumber daya Mahluk,” ujarnya.
Sri mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan organisasi Perempuan, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi agar program pemberdayaan menghasilkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Dorongan tersebut juga dikemukakan dalam acara Women Program bertema “Penguatan Peran Perempuan dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah” yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7).
Sri Meliyana yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lahat menyampaikan pandangannya dalam Lembaga yang mempertemukan penggerak TP PKK dari berbagai kabupaten tersebut.
Ia menambahkan penguatan Perempuan dan UMKM perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.
“Apabila Perempuan semakin sehat, berpengetahuan, produktif, dan Mempunyai akses terhadap kegiatan ekonomi, maka keluarga akan semakin kuat. Dari keluarga yang kuat itulah ekonomi daerah dapat tumbuh lebih berkelanjutan,” ungkap Sri.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang Jelita Siregar mengatakan pemberdayaan Perempuan Tak hanya berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi bagian Krusial dari pembangunan ekonomi daerah.
“Keberhasilan pembangunan daerah mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif kaum Perempuan. Penguatan kapasitas ini harus terlembagakan melalui penyusunan strategi Serempak antardaerah,” ucap Jelita.
Menurut dia, peningkatan kualitas kesehatan keluarga, termasuk percepatan penurunan Nomor stunting atau tengkes, akan berdampak ekonomi jangka panjang karena menentukan kualitas sumber daya Mahluk dan produktivitas generasi mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Praktisi Ekonomi Kreatif sekaligus Pendiri Langgam Batik Rafika Johani menilai UMKM yang digerakkan Perempuan Mempunyai potensi besar menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila Bisa beradaptasi dengan perubahan pasar.
“Pelaku UMKM Perempuan harus percaya diri, berani mengambil risiko, dan memaksimalkan sumber daya lokal yang Eksis di daerahnya,” tutur Rafika.
Di sisi lain, Direktur Commercial Banking Bank Tabungan Negara (BTN) Hermita juga mengatakan Kesempatan pembiayaan bagi UMKM dengan prospek usaha yang Bagus Lalu terbuka, tetapi pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis.
Ia mendorong UMKM binaan PKK membangun kemitraan dengan perguruan tinggi Buat memanfaatkan hasil riset, Ciptaan teknologi terapan, dan model bisnis modern.
