Semarang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan banyaknya pergelaran trail run di berbagai daerah telah menggeliatkan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jateng.
“Kita pengennya nanti di seluruh Jawa Tengah Eksis event trail run. Ini bagian kita Kepada pengembangan sport tourism di Jawa Tengah,” kata Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, di Semarang, Sabtu, Begitu membuka pergelaran “Road to Muria Trail Run” di Stadion Jatidiri Kota Semarang.
Gelaran yang diikuti 100 pelari dari 13 komunitas lari. tersebut merupakan bagian Kepada mempromosikan “Muria Trail Run 2026” di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus, yang rencananya akan diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2026.
Ia juga mengajak kalangan komunitas lari Kepada ikut meramaikan Muria Trail Run 2026 yang akan berlangsung bulan depan di lereng Gunung Muria.
Para peserta mengikuti “fun run” sejauh 5 kilometer sebelum diperkenalkan lebih dekat dengan konsep dan pengalaman yang ditawarkan Muria Trail Run tahun ini.
Sementara itu, Event Director Muria Trail Run 2026 Yuda Kristiawan mengatakan “Road to Muria Trail Run” di Semarang merupakan rangkaian promosi setelah sebelumnya dua kali digelar di Kudus.
Melalui kegiatan ini, panitia Mau mengenalkan Muria Trail Run kepada komunitas lari di Semarang dan sekitarnya.
Menurut dia, Muria Trail Run Enggak hanya menawarkan pengalaman berlari di alam, tetapi juga mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan semangat “Stride for Sustainability”.
Yakni, menggabungkan olahraga, pariwisata, dan kepedulian terhadap kelestarian kawasan lereng Gunung Muria.
“Event ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga mengangkat isu konservasi lingkungan. Kami Mau peserta menikmati keindahan Muria sekaligus ikut menjaga kelestarian alamnya,” katanya.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Hingga awal Juli, Sekeliling 80 persen kuota telah terisi, sementara pendaftaran Tetap dibuka hingga 18 Juli 2026.
Muria Trail Run 2026 menyediakan kategori 8K, 15K, 30K, dan 45K, serta dua kategori master Kepada nomor 30K dan 45K bagi pelari berusia 40 tahun ke atas.
Tak hanya menyuguhkan lintasan menantang di lereng Gunung Muria, penyelenggaraan tahun ini juga mengangkat tema “Hajatan Rahtawu”.
Peserta akan disambut dengan nuansa pesta kampung lengkap dengan Hidangan khas, dekorasi tradisional, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam penyelenggaraan acara.
Menurut Yuda, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar manfaat ekonomi Bisa dirasakan langsung oleh Anggota, mulai dari penyediaan penginapan, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan operasional lainnya.
“Kami Mau melibatkan sebanyak-banyaknya Anggota sehingga Anggota Enggak hanya menonton tapi juga terlibat langsung sehingga Pengaruh ekonominya akan lebih terasa,” katanya.
