Pada malam yang menyedihkan bagi para pendukung Aljazair, Riyad Mahrez memutuskan Buat menambah penderitaan mereka, setelah ia mengumumkan pensiun secara permanen dari tim nasional, menyusul tersingkirnya Aljazair dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan 2-0 dari Swiss pada Awal hari Jumat ini.
Mahrez (35 tahun) berbicara dengan nada sedih, mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas tersingkirnya timnya dari Piala Dunia, sekaligus mengumumkan bahwa pertandingan melawan Swiss adalah penampilan terakhirnya dengan seragam “Les Verts”.
Keputusan Mahrez ini menimbulkan kesedihan di kalangan suporter Aljazair, mengingat kontribusinya selama 12 tahun Serempak “Para Pejuang Gurun”; ia tak diragukan Tengah merupakan salah satu pemain terhebat.
Legenda Emas
Mahrez mengakhiri karier internasionalnya dengan menempati posisi istimewa dalam sejarah sepak bola Aljazair, setelah menjadi pemain dengan penampilan terbanyak kedua dalam seragam “Para Pejuang Gurun” sepanjang sejarah, dengan 120 penampilan Global. Hanya Issa Mandi yang mengunggulinya sebagai pemegang rekor dengan 123 penampilan.
Baca juga… Formal… Mahrez Mengakhiri Karier Internasionalnya Setelah Kejutan di Piala Dunia
Selain itu, ia mengakhiri kariernya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa tim nasional dengan 40 gol, hanya terpaut 6 gol di belakang pemuncak daftar, Islam Slimani, Bilangan-Bilangan yang mencerminkan besarnya pengaruh dan konsistensinya Serempak tim nasional selama bertahun-tahun.
Prestasi Mahrez Tak hanya terbatas pada apa yang ia tunjukkan di lapangan, melainkan juga mencakup penghargaan individu yang mengukuhkannya sebagai salah satu bintang terkemuka di benua Afrika, setelah ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika, serta dua kali meraih gelar Pemain Terbaik Aljazair, sehingga menegaskan posisinya sebagai salah satu Bakat terhebat yang pernah dihasilkan sepak bola Aljazair, dan salah satu pemain terkemuka yang meninggalkan jejak Kekal dalam sejarah tim nasional.
Prestasi Luar Lumrah dan Kembalinya ke Mimbar Dunia
Apabila kita menengok kembali 7 tahun yang Lampau, kita akan mengingat salah satu momen bersejarah terpenting dalam sejarah tim nasional Aljazair, ketika Mahrez berhasil mengantarkan “Les Verts” kembali ke podium Pemenang.
Yang dimaksud di sini adalah keberhasilan merebut gelar Piala Afrika 2019, yang diraih timnas Aljazair di tanah Mesir melawan Senegal, dengan skor 1-0.
Tetapi, momen luar Lumrah dan tak terlupakan itu terjadi ketika Mahrez mencetak gol ke gawang Nigeria melalui tendangan bebas langsung di babak semifinal pada menit-menit akhir.
Baca juga.. Di malam perpisahan.. Mahrez mencatatkan rekor bersejarah di Piala Dunia
Mahrez mengejutkan Seluruh orang dengan tendangan yang mengarah ke sudut kiri gawang Nigeria, memastikan Aljazair lolos ke final dan meraih gelar Pemenang Buat pertama kalinya dalam 29 tahun.
Meskipun tim Aljazair mengalami serangkaian kegagalan, Mahrez tetap menjadi salah satu bintang paling konsisten di generasinya, dan Lanjut membela negaranya hingga lolos ke Piala Dunia 2026.
Rekan-rekan setim Mahrez gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022, Tetapi “Sang Penyihir Arab” berhasil memimpin negaranya melaju ke babak selanjutnya pada edisi kali ini, dan berhasil mencetak gol di turnamen ini Buat pertama kalinya, Ketika ia mencetak dua gol ke gawang Austria pada pertandingan terakhir.
Perjalanan Mahrez Serempak “Les Verts” menunjukkan betapa agungnya warisan yang ditinggalkannya, yang akan Lanjut terpatri dalam ingatan para penggemar sepak bola Arab.
