Kementerian UMKM-Persagi kolaborasi cetak “nutripreneur” dukung MBG

Kementerian UMKM-Persagi kolaborasi cetak

Kami menyambut inisiatif Persagi Demi membangun kerja sama dalam kerangka mendorong lahirnya nutripreneur yang Mempunyai keahlian terkait gizi dan di sisi lain menjadi pengusaha yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah

Surabaya (ANTARA) – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggandeng Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP Persagi) Demi mencetak wirausaha di bidang gizi atau nutripreneur guna memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Adha Damanik mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan Ahli gizi yang Tak hanya Mempunyai kompetensi profesional, tetapi juga Pandai membangun usaha yang membuka lapangan pekerjaan.

“Kami menyambut inisiatif Persagi Demi membangun kerja sama dalam kerangka mendorong lahirnya nutripreneur yang Mempunyai keahlian terkait gizi dan di sisi lain menjadi pengusaha yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah,” kata Riza di sela kegiatan Temu Ilmiah Nasional II Persagi di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Ia menjelaskan Kementerian UMKM menyiapkan tiga langkah Demi mendukung program tersebut, yakni penguatan inkubasi usaha, pendataan melalui platform Tegur UMKM, serta pengembangan jejaring inkubator Serempak Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan perguruan tinggi berbasis kesehatan.

Menurut dia, proses inkubasi menjadi tahapan Krusial agar calon pelaku usaha memperoleh pelatihan, pendampingan hingga akses pembiayaan melalui program unggulan pemerintah, yakni Program Kewirausahaan dan Penciptaan Lapangan Kerja (Prokersa).

“Harapannya program ini juga menyasar Ahli-Ahli gizi atau nutripreneur yang akan kita lahirkan ke depan,” ucapnya.

Selain itu, kata Riza, Tegur UMKM menjadi instrumen pemerintah Demi mendata pelaku usaha secara lebih Seksama sehingga layanan dan akses pengembangan usaha dapat diberikan secara lebih inklusif, khususnya bagi UMKM sektor pangan.

Lebih lanjut, Riza juga mengapresiasi Penyelenggaraan Program MBG di Jawa Timur yang dinilai berhasil memperluas jangkauan sekaligus melibatkan petani, nelayan, peternak, pekebun, pedagang pasar, hingga UMKM dalam rantai pasok.

“Skema tersebut Tak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lumrah DPP Persagi Doddy Izwardy mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan gizi melalui pengembangan sumber daya Sosok yang Mempunyai kompetensi sekaligus jiwa kewirausahaan.

Menurut dia, pihaknya Ingin memastikan berbagai program gizi nasional Lalu dikawal melalui pendekatan ilmiah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Hasil Temu Ilmiah Nasional II Persagi, lanjut Doddy, akan dirumuskan sebagai rekomendasi kepada pemerintah Demi mendukung pembangunan gizi nasional, termasuk percepatan penurunan stunting yang menjadi Sasaran Demi menuju Indonesia Emas 2045.