Raih gelar Doktor Filsafat, Yusril tegaskan pentingnya etika peradaban

Raih gelar Doktor Filsafat, Yusril tegaskan pentingnya etika peradaban

Depok, Jawa Barat (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra Formal meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia.

Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis, ia menegaskan pentingnya etika peradaban dalam kehidupan berbangsa.

“Negara Enggak cukup hanya dibangun dengan konsep demokrasi, konstitusi, keadilan, dan hak asasi Insan, tetapi memerlukan moralitas dan etika peradaban sebagai fondasi agar dapat berdiri kokoh,” kata Yusril.

Dia mengatakan demokrasi, konstitusi, serta sistem ketatanegaraan Enggak akan berjalan secara optimal apabila Enggak ditopang oleh etika peradaban yang bersumber dari nilai-nilai Keyakinan dan moralitas.

Meski begitu, Menko menekankan pembangunan etika peradaban bukan semata menjadi tanggung jawab individu ataupun tokoh Keyakinan, melainkan juga memerlukan peran aktif negara dalam membangun Kepribadian kehidupan berbangsa.

Menurutnya, berbagai tantangan bangsa, termasuk praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, hingga berbagai persoalan sosial, Enggak cukup diselesaikan melalui pembentukan regulasi atau lembaga semata, tetapi juga memerlukan penguatan etika dalam kehidupan publik.

Pada sidang tersebut, Yusril mempertahankan disertasi berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Rekanan Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial.

Dia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan studi doktoral yang ditempuh selama 5 tahun di tengah padatnya aktivitas sebagai pejabat negara.