Pertamina Dipastikan Siap Kembangkan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Komisaris Penting PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memastikan Perseroan siap mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan. Dok. Istimewa


Surabaya: Komisaris Penting PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memastikan Perseroan siap mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan. Pengembangan SAF sebagai upaya mewujudkan kemandirian Daya sekaligus menekan emisi karbon sektor penerbangan.

Hal ini disampaikan Iwan Bule, sapaan Iriawan, Begitu kunjungan kerja ke Distrik Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus) Kepada memastikan keandalan pasokan Daya nasional sekaligus mengawal percepatan program transisi Daya.

 

Kunjungan yang berlangsung mulai Senin, 29 Juni 2026 hingga Jumat, 3 Juli 2026, itu diawali dengan Management Walkthrough (MWT) ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal (IT) Surabaya.

 

“Langkah Konkret dari Juanda ini diharapkan Pandai membuktikan kepemimpinan Pertamina dalam mewujudkan Sasaran Net Zero Emission. Tugas menjaga pasokan avtur juga menuntut toleransi Kosong terhadap kekurangan stok maupun Waktu Senggang pelayanan,” kata Iwan Bule Begitu memberikan arahan kepada para pekerja Pertamina di AFT Juanda, dikutip pada Selasa, 30 Juni 2026.

 

Menurut dia, kesiapan infrastruktur dan sumber daya Sosok Kepada mendukung implementasi SAF sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kemandirian Daya nasional serta pengurangan ketergantungan terhadap Daya fosil impor.

 

Dia menambahkan pengembangan SAF Tak hanya menjadi tuntutan Dunia, tetapi juga Kesempatan bagi Indonesia Kepada memanfaatkan sumber daya domestik secara optimal dan berkelanjutan.

 

Iwan Bule kemudian berkunjung ke IT Surabaya, salah satu terminal Daya terintegrasi terbesar di Indonesia yang Mempunyai peran vital dalam distribusi Daya di kawasan timur Indonesia.

 


Komisaris Penting PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan. Dok. Istimewa
 
Dalam kesempatan tersebut, Manager IT Surabaya Indriati Purba Lestari melaporkan seluruh fasilitas dan infrastruktur terminal telah siap mendukung penyediaan, serta distribusi biosolar B50 menjelang rencana peluncuran program tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
 
Menanggapi laporan tersebut, Iriawan meminta IT Surabaya menjadi pelopor pengembangan Daya hijau di lingkungan Pertamina. Dia juga meminta IT Surabaya menjadi Teladan bagi terminal lain dalam mengimplementasikan program Daya berkelanjutan.
 
“Kedaulatan Daya yang sejati adalah ketika kita Pandai berdiri di atas kaki sendiri, mengolah apa yang dikaruniai Tuhan di bumi Nusantara ini menjadi Daya Bersih bagi masa depan bangsa. Kita Tak boleh menjadi bangsa yang menggantungkan nasibnya pada belas Iba pasar Dunia,” ujar Iwan Bule.
 
Selain menyoroti pengembangan Daya baru terbarukan, Iwan Bule menginstruksikan manajemen memperkuat sistem digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan mencegah potensi kebocoran distribusi Daya.
 
Dia menilai pemanfaatan sistem digital seperti Pertamina Integrated Command Center (PICC) dan Terminal Automation System perlu Lalu dioptimalkan Kepada menjamin akuntabilitas distribusi Daya serta mendukung Sasaran zero loss yang menjadi komitmen perusahaan.
 
Di tengah dinamika geopolitik Dunia yang berpotensi memengaruhi rantai pasok Daya, Iriawan menekankan pentingnya menjaga keandalan aset-aset vital, mulai dari tangki timbun, dermaga (jetty), hingga jaringan pipa di IT Surabaya agar tetap beroperasi secara optimal.
 
Menurut dia, penguatan cadangan operasional (operational buffer) Krusial agar terminal domestik Mempunyai daya tahan tinggi menghadapi gejolak pasar Daya dunia, serta memastikan pasokan tetap Terjamin bagi masyarakat.
 
Meski mendorong transformasi dan efisiensi, Iwan Bule menegaskan aspek keselamatan kerja tetap prioritas Penting dalam setiap aktivitas operasional Pertamina.

”Budaya Corporate Life Saving Rules harus melekat dalam perilaku sehari-hari demi melindungi aset negara dan memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat,” ujar Iwan Bule.