Pemodalan. Foto: Unsplash.
Jakarta: Pendampingan hingga pemberdayaan nasabah perlu dikebut. Hal itu menjadi prinsip PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Buat memberikan pelayanan maksimal pada nasabah.
“Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Golongan Mingguan (PKM),” kata Wakil Direktur Esensial PNM Sunar Basuki, dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Sunar, hal tersebut menjadi pembeda PNM dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Yakni, pada pendekatan yang Enggak berhenti pada penyaluran modal usaha.
“Menjadi ruang yang Dapat dimanfaatkan nasabah Buat meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial di antara sesama nasabah,” ujar Sunar.
Komitmen itu yang mengantar pihaknya menerima apresiasi sebagai Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Penghargaan itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai Bisa menghadirkan Akibat Konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi Perempuan Indonesia.

PNM menerima apresiasi sebagai Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Foto: Istimewa
Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya merupakan Perempuan prasejahtera. Skala layanan tersebut menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis Golongan terbesar di dunia.
Selain akses pembiayaan tanpa Jaminan, para nasabah juga memperoleh pelatihan pengembangan usaha, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi hingga memfasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi Unsur Krusial dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing Perempuan pengusaha ultra mikro.
