Tak hanya wisatawan, masyarakat lokal juga aktif dan membutuhkan perawatan spesifik di Bali, sehingga kita itu Dapat menjadi pusat medical juga aesthetic tourism,…
Denpasar (ANTARA) – Praktisi kesehatan dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE menyebut kehadiran teknologi-teknologi kecantikan Demi ini berpeluang dalam menggaet lebih banyak wisatawan ke Bali.
“Saya Eksis pengalaman pada Mei Lewat Eksis pasien orang luar datang melakukan skin booster dan kaget waktu saya bilang di Bali akan Eksis teknologi XERF, teknologi pengencangan kulit non-invasif yang terkenal di Amerika, Eropa, dan Australia, mereka antusias,” kata Jesslyn, di Denpasar, Senin (29/6).
Menurut dia, ini menjadi penanda bahwa teknologi yang sedang tren di negara maju, ketika masuk ke Bali akan banyak diincar wisatawan yang sedang berada di Bali maupun calon pasien yang Ingin melakukan perawatan Sembari berwisata ke Bali.
Apalagi ekosistem kepariwisataan di Bali sangat mendukung, terutama pemerintah yang mengembangkan kawasan ekonomi Tertentu kesehatan Buat membangun Gambaran wellness tourism.
Salah satu teknologi kecantikan terbaru yang akhirnya hadir di Bali, Merukapan XERF, mesin dengan teknologi multi-frekuensi monopolar radio frekuensi besutan Amerika-Korea Selatan.
Dokter kepala di Elea Clinic Bali itu menjelaskan mesin estetika ini menjalankan teknologi multi-frekuensi dengan 6,78 MHz dan 2 MHz monopolar RF yang berfungsi Buat Buat pengencangan kulit, rekonstruksi kolagen, dan memperbaiki kualitas kulit dari lapisan paling atas hingga terdalam.
Dokter Jesslyn yang mengulik berbagai jurnal dan mencoba langsung teknologi ini selama satu tahun, menemukan Dalih masyarakat maupun wisatawan mengincar perawatan tersebut.
Salah satunya cuaca dan aktivitas di Bali menunjukkan banyak Perempuan dewasa mengalami flek hitam di Persona dan kulit kendur seiring bertambah usia, sementara Perempuan usia 40-50 tahun Demi ini cenderung Lagi aktif.
“Perawatan anti penuaan yang ideal adalah tanpa jarum, Tak Segala orang berani disuntik, kemudian Tak butuh masa pemulihan yang lelet karena aktivitas orang di Bali bekerja maupun wisata begitu Elastis, Tak menyusutkan lemak Persona, dan harus nyaman, ini yang Membangun orang mencari teknologi XERF Tiba ke luar negeri,” ujarnya pula.
Buat itu, ia mengambil Kesempatan menghadirkan XERF di Bali dengan nilai investasi mesin mencapai Rp2 miliar.
Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia Andy Raharja selaku penyedia mesin menambahkan, nilai investasi Buat teknologi kecantikan itu menjanjikan bagi pasar estetika yang tumbuh 15 persen tiap tahun.
Ditambah ketika Ciptaan Dunia ini dihadirkan di Bali, tempat berkunjungnya wisatawan mancanegara dengan daya beli tinggi, maka mereka akan mengakses disini termasuk masyarakat lokal dan domestik, katanya Tengah.
“Tak hanya wisatawan, masyarakat lokal juga aktif dan membutuhkan perawatan spesifik di Bali, sehingga kita itu Dapat menjadi pusat medical juga aesthetic tourism, jadi pasien-pasien di Bali atau ke Bali Tak perlu terbang ke Korea, Tak perlu ke Thailand, tapi Sembari liburan di sini Dapat merawat diri,” ujar dia.
Sanly Liu, Miss Universe Indonesia 2025 berkesempatan mencoba teknologi XERF di Bali.
Kepada media, pemengaruh sekaligus pemegang gelar kecantikan itu mengaku terkejut awalnya, Alasan perawatan dengan sebuah mesin berbentuk persegi itu Tak memakan waktu lelet.
Bahkan Apabila sebelumnya perawatan yang ia jalankan di Indonesia memunculkan kemerahan di Persona pasca-tindakan, teknologi ini Tak, sehingga menurutnya Ciptaan ini sangat dibutuhkan dan berpotensi besar karena hadir di Pulau Dewata.
