Ringkasan Berita:
- Yayasan Terang Lestari Surabaya (CLS) menggelar Turnamen Basket Dunia dalam rangka HUT ke-80.
- Sebanyak 60 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura berpartisipasi pada kompetisi yang berlangsung 21 Juni hingga 4 Juli 2026.
- Turnamen menjadi sarana Penilaian pembinaan atlet basket usia Awal sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding di level Dunia.
- Kompetisi mempertandingkan Golongan usia KU-12, KU-14, KU-16 putra-putri, serta KU-25 Spesifik putra.
Surabaya (Liputanindo.id) – Yayasan Terang Lestari Surabaya (CLS) kembali memperkuat komitmennya dalam menjaring bibit-bibit muda bola basket melalui penyelenggaraan Turnamen Basket Dunia CLS Surabaya 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi CLS ke-80 ini berlangsung pada 21 Juni hingga 4 Juli 2026 di GOR CLS Surabaya dengan melibatkan Sekeliling 60 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Turnamen tersebut menjadi salah satu ajang Krusial Buat mengukur perkembangan atlet muda sekaligus memperkuat sistem pembinaan bola basket usia Awal. Kehadiran klub-klub dari luar negeri diharapkan Bisa meningkatkan kualitas persaingan serta memperkaya pengalaman bertanding para pemain muda Indonesia.
Ketua Biasa Yayasan Terang Lestari Surabaya (CLS), Ming Soedarmono, mengatakan turnamen ini merupakan agenda tahunan yang kali ini dikemas lebih besar karena bertepatan dengan delapan Sepuluh tahun perjalanan CLS.
“Ajang ini sebenarnya rutin kami gelar setiap tahun. Tetapi, karena tahun ini bertepatan dengan usia ke-80 CLS, kami membuatnya lebih besar dengan menghadirkan tim-tim dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Ming, Senin (22/6/2026).
Menurut Ming, Malaysia dan Singapura dipilih karena Mempunyai kedekatan geografis sehingga memudahkan koordinasi penyelenggaraan. Meski demikian, CLS sebenarnya juga telah mengundang sejumlah negara lain Buat ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Sebenarnya Eksis Filipina, Mongolia, hingga Australia yang kami undang. Tetapi, karena berbagai Dalih, mereka belum Bisa hadir tahun ini,” katanya.
Ming menegaskan, kehadiran klub-klub luar negeri bukan sekadar menambah gengsi kompetisi. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi sarana Penilaian terhadap hasil pembinaan atlet muda CLS maupun klub-klub peserta lainnya.
“Selama ini anak-anak lebih banyak bertanding melawan tim dalam negeri. Dengan menghadapi klub luar negeri, kami Mau Memperhatikan sejauh mana hasil latihan mereka dan apakah sudah siap Bertanding di level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kompetisi mempertandingkan beberapa Golongan usia, yakni KU-12, KU-14, dan KU-16 Buat kategori putra dan putri, serta KU-25 Spesifik putra. Masing-masing Golongan usia diikuti delapan tim pada kategori putra dan enam tim pada kategori putri.
Secara keseluruhan, Sekeliling 60 tim ambil bagian dalam Turnamen Basket Dunia CLS Surabaya 2026 yang berlangsung dalam dua periode Penyelenggaraan. Melalui kompetisi ini, CLS berharap pembinaan atlet muda dapat berjalan lebih optimal sekaligus membuka Kesempatan lahirnya pebasket-pebasket berbakat yang Bisa Bertanding di tingkat nasional maupun Dunia. [way/beq]
