Jakarta (ANTARA) – Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah kini sedang mencari jalan tengah dengan para pemangku kepentingan Kepada menyikapi imbas kenaikan harga gas industri.
“Nah itu yang kita Kembali mencari (jalan) Kepada menengahi. Agar jangan juga industri diberikan beban harga yang tinggi (Kepada gas industri),” kata Bahlil Begitu ditemui di Jakarta, Kamis.
“Saya sudah rapat sama mereka. Sama asosiasi, sama buruh juga sudah. Sekarang saya Kembali rapat teknis dengan Pertamina Kepada mencari Bilangan yang ideal agar industri kita tetap Pandai bertahan,” ujar dia menambahkan.
Menurut Bahlil, kenaikan harga gas industri kemungkinan berdampak kepada pengguna gas yang Tak mendapatkan fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
“Eksis kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT. Karena Eksis dua (jenis gas), HGBT, yang memang HGBT itu sebenarnya disubsidi oleh negara. Kalau non-HGBT itu yang harga Lazim,” ujar Bahlil.
Ia mengatakan sebagian sumur di daerah, khususnya di Jawa Barat memang sedang mengalami penurunan produksi.
Guna menutup kekurangan pasokan imbas penurunan produksi tersebut, industri kemudian mencari sumber baru melalui Liquefied Natural Gas (LNG) dari daerah-daerah lain, sehingga biaya logistik turut memengaruhi harga final dari gas industri tersebut.
“Maka kemudian Kepada menutupi itu Mengenakan LNG. Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan itu Eksis penambahan cost,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (23/6), mengatakan dewan siap melakukan mitigasi terkait laporan potensi pemutusan Rekanan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu orang di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat, akibat kenaikan harga gas industri.
Hal itu menyusul laporan Ketua Lazim KSPSI Konfederasi Perkumpulan Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea yang dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa setidaknya 7-10 hari ke depan akan terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi.
Dasco pun segera melakukan komunikasi dengan Direktur Penting PT Pertamina (Persero) guna membicarakan harga gas industri yang mengalami kenaikan.
“Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari Mitra-Mitra Perkumpulan pekerja yang terdampak. Kemudian Kepada Berjumpa dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, Kepada kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin Pandai berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” ujar dia.
